PSM Bella Cantare Undana Raih 3 Medali Emas
07/10/2014
article thumbnail

Pesparawi Nasional XIII di TMII Jakarta Kepala Humas Undana, David Sir, S.Sos.,M.Hum dalam siaran persnya dari Jakarta mengatakan, Kontingen Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Bella Cantare Universitas Nus [ ... ]


Bupati SBD-Rektor Undana Bahas Dokumen Kerjasama
07/10/2014
article thumbnail

Awal  Oktober lalu, Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Markus Dairo Tallu, SH melakukan kunjungan kerja ke  Universitas Nusa Cendana (Undana), yang diterima  langsung oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredr [ ... ]


Artikel Lainnya

Kampus Undana II Ngada di Resmikan

Tanggal 30 Mei 2013 merupakan hari bersejarah bagi Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerinah Kabupaten Ngada serta masyarakat setempat, karena Kampus  Undana II di Bajawa telah diresmikan, untuk melaksanakan program Unit Sumber Belajar Belajar Jarak Jauh (USBJJ) di Aula Ine Sina dengan berbagai program studi. Program pendidikan jarak jauh itu merupakan kerja sama antara Pemkab Ngada dengan Undana yang akan dimulai bulan Juli tahun ini.

Peresmian Kampus Undana II di Kota Bajawa dilaksanakan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Undana yang diwakili oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc.Ph.D dan Pemkab Ngada diwakili Bupati, Marianus Sae. Acara penandatanganan MoU itu berlangsung di ruang kerja Bupati disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko, S.Fil, Wakil Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa,  Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Ir. Max M. J. Kapa, M.Agr.Sc, Dekan FISIP, Dr. Frans Gana, MS, Dekan FH, Sukardan Aloysius,SH.M.Hum, Dekan FKM, Ir. Gustaf Oematan, M.Si, Dekan FST, Prof. Dr. Mangadas Lumba Gaol, MS serta para pejabat lain di Kabupaten Ngada.

Rektor, Prof. Frans Umbu Datta dalam sambutannya pada acara peresmian dan peluncuran Pendidikan Jarak Jauh Undana tersebut mengatakan, PJJ yang dilaksanakan Undana di Kabupaten Ngada sama dengan kampus Undana II yang ada di Pulau Flores. Kehadiran PJJ di Ngada tersebut adalah sebuah pergumulan panjang bagaimana meyakinkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di NTT mengalami peningkatan di atas 5 %. APK pendidikan tinggi adalah jumlah pemuda/pemudi yang berusia 17-24 tahun yang sedang mengeyam pendidikan tinggi saat ini tidak melebihi 60.000 orang di seluruh NTT. Khusus Undana 20.000, 7000 di PTS yang ada di Kota Kupang, ditambah Unimor di TTU dan Untrib di Kalabahi Alor. Lalu bagaimana dengan jumlah lima tahun lalu, dan lima tahun ke depan, kalau tidak ada terbosan ini. Makanya momentum hari ini benar-benar merupakan sebuah keajaiban, lebih dari sekedar sebuah terobosan, dan sungguh ajaib Tuhan menanti orang-orang yang tepat pada waktu yang tepat, dan inilah waktunya, 30 Mei 2013, hari ini saya katakana bahwa secara resmi Kampus Undana II di buka di Kota Bajawa ibu kota Ngada, kata Umbu Datta.

Selain itu juga, tujuan PJJ tersebut, kata Umbu Datta untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sesuai visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Agar menjangkau yang tidak terjangkau, dan menanti supaya mereka menjangkau, tetapi Undana datang menjangkau bahkan menjemput mereka. “Jadi tanggal 30 Mei adalah merupakan tonggak sejarah buat bangsa Indonesia yang ada di Kabupaten Ngada dan ada di NTT. Membayangkan lahirnya PTN di Flores adalah sebuah mimpi, apalagi di Kabupaten Ngada. Tetapi hari ini sudah terwujud. Undana didirikan oleh orang NTT untuk Nusa Tenggara Timur, karena itu pantas kalau PTN itu juga ada di Pulau Flores,” katanya.

Rektor, Frans Umbu Datta mengatakan, ada dua lokasi kampus  yang luasnya 8 dan 10 hektar masing-masing di Desa Loa Kecamatan Loa, dan dilokasi Bandara Lama Padahameleda, kampung Turekisa, Kecamatan Golewa, akan segera dibangun kampus Undana II di Bajawa. Untuk sementara proses perkuliahan tahun pertama menggunakan aula serbaguna Ina Sine, namun kedepan sesuai dengan dukungan Pemkab Ngada, akan segera dibangun gedung kampus Undana II di dua lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat.

Bupati Ngada, Marianus Sae pada kesempatan itu memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas peristiwa bersejarah peresmian pembukaan USBPJJ kampus Undana II sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depan melalui pendidikan di daerah yang dipimpinnya.

“Sebagai pemimpin daerah, ia yakin masyarakat Ngada sudah siap dan komit mendukung dan membesarkan kampus ini. Saya secara pribadi dan seluruh masyarakat Bajawa khususnya dan Pemerintah Kabupaten Ngada pada umumnya menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika Undana yang telah menyatakan niat baik guna mendukung membangun dunia pendidikan tinggi di daerah ini,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Kristofel Loko, S.Fil menyatakan sangat mendukung dibukanya USBPJJ Kampus Undana II di Kabupaten Ngada. Menurutnya, kemajuan suatu daerah bukan ditentukan oleh pembangunan sarana insfrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi investasi di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedepan. Sebagai dewan, ia sangat mendukung karena pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk ke depan, para mahasiswa yang kuliah di kampus ini harus percaya diri bahwa mereka adalah mahasiswa USBPJJ di Kampus Undana II di Bajawa. Tanpa adanya motivasi dan kepercayaan diri, tidak akan mungkin kampus ini berkembang pesat ke depan.

Sehari sebelum peresmian, Bupati, dan Rektor bersama rombongan berkesempatan meninjau lokasi tanah di dua tempat yang berbeda yang akan dihibahkan kepada Undana untuk membangun kampus Undana II di Bajawa.

Bulan Juli Terima Mahasiswa Baru

Secara teknis, kata Rektor, Umbu Datta, awal bulan Juli 2013, Kampus Undana II di Bajawa akan segera membuka pendaftaran  bagi mahasiswa baru di Bajawa dan seluruh Kabupaten Ngada dan seluruh Flores secara online. Sebagai langkah awal mahasiswa baru yang akan diterima sebanyak 2.500 orang . Jumlah tersebut  untuk lulusan SMU-SMK sederajat yang ada di Kabupaten Ngada dan sekitarnya akan mendaftar di tempat ini, selain itu juga  mendaftar di Kupang melalui jalur Mandiri. Para calon mahasiswa baru diberikan kebebasan memilih  25 program studi/jurusan  yang ada di tujuh fakultas yang ada di Undana. Ketujuh fakultas tersebut adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (5 Jurusan), Fakultas Hukum ( 6 Bagian), Fakultas Kesehatan Masyarakat (5 Jurusan), Fakultas Peternakan (3 Prodi), Fakultas Pertanian (3 Prodi), dan Fakultas Sains dan Teknik (10 Prodi) dan Fakultas Ekonomi Bisnis (3 Jurusan). Terkait proses belajar mengajar, Umbu Datta, mengatakan, akan menggunakan teknologi informasi dalam hal ini video conference maupun tatap muka.

Hal mendasar lain, kata Umbu Datta, panitia penerimaan mahasiswa baru tidak memandang tahun ijazah, karena klausul PJJ adalah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi setiap orang yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Undana saat ini merencanakan akan menerima mahasiswa baru PJJ sebanyak 2.500 orang di Bajawa dan 2.500 orang di Pulau Sumba dalam waktu dekat. Untuk daerah Bajawa, pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan mengkases halaman website undana di http://undana.ac.id/index.php/en/research/pjj-bajawa atau langsung ke gedung inesina yang merupakan lokasi kampus Undana II di Bajawa.

Lalu bagaimana dengan SPP. Menurut Umbu Datta, SPP-nya sangat manusiawi. Mengapa, karena kami hadir di Kabupaten Ngada ini bukan mencari uang. Kalau kami mencari uang, kami cukup menaikkan SPP mahasiswa. Ada lima kategori SPP mulai tahun ini diberlakukan bagi mahasiswa baru. Khusus Kabupaten Ngada melalui Rapat Senat Undana disepakati maksimal Rp. 1.500.000/semester. Dan tidak ada uang lain-lain, hanya itu saja, bahkan untuk mereka yang benar-benar cerdas dan meyakinkan, berasal dari keluarga yang ekonominya lemah, akan dibebaskan dari SPP, karena kami hadir disini bukan untuk uang, tetapi hadir untuk melayani dan menciptakan suasana yang nyaman bagi pendidikan tinggi di daerah ini.

Acara peresmian dan peluncuran USBPJJ di gedung Ine Sina ini diselingi dengan aneka kegiatan menghibur seperti paduan suara siswa SMAK Regina Pacies Bajawa yang membawakan lagu-lagu Mars Undana, lagu daerah NTT, tarian ja,I kreasi anak SD, Marching Band, serta musik suling wonga runu Desa Naru.  (David Sir/Humas Undana).

 

share this article on

FacebookLinkedinTwitter