Purek III Undana, lepas Tim Hiking Gunung Mutis
22/08/2014
article thumbnail

Pembantu Rektor III Undana, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M. Hum melepas 9 orang tim hiking ke Gunung Mutis. Acara pelepasan tersebut dilaksanakan di gedung rektorat lantai 1 Undana Penfui (20/8). Kegiat [ ... ]


Jadilah Mahasiswa yang Berkarakter Baik
20/08/2014
article thumbnail

Siaran Pers Kepala Humas Undana, David Sir,S.Sos.,M.Hum, mengatakan, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D meminta kepada seluruh mahasiswa baru Undana unt [ ... ]


Artikel Lainnya

Rektor Undana Serahkan Sertifikat Bidikmisi Beasiswa Berprestasi

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc.Ph.D, Senin, (14/1) bertempat di Aula Rektorat lantai tiga Undana Penfui, menyerahkan Sertifikat Bidikmisi  beasiswa berprestasi kepada Atalia Taniu, mahasiswa Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana. Atalia Taniu adalah salah satu peserta dari 500 orang mahasiswa se-Indonesia  yang telah mengikuti Forum Bidikmisi Nasional selama empat hari, dari tanggal 5 hingga 8 Desember 2012 di Jakarta.

Penyerahan sertifikat Bidikmisi beasiswa berprestasi tersebut, dihadiri oleh 397 orang mahasiswa penerima besiswa Bidikmisi Undana dan 770 orang mahasiswa Undana pembebasan SPP. Nampak hadir Pembantu Rektor I dan III Undana, Dr. David B.W. Pandie, MS dan Ir. Maximilian M.J. Kapa, M.Agr.Sc.

Atalia Taniu disela-sela usai menerima sertifikat mengatakan, Forum Bidikmisi Nasional tersebut mengambil tema “Membangun Asa, Memutus Mata Rantai Kemiskinan”. Ia merasa bangga, karena melaui pimpinan Undana, ia terpilih sebagai salah satu mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari Undana untuk mengikuti Forum Bidikmisi Nasional itu. Saya sangat bangga, terharu dan bersyukur karena telah mengikuti acara ini di Jakarta. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Rektor Undana dan semua jajaran pimpinan Undana atas semua kebaikan yang selama ini saya terima dari Undana, katanya kepada media ini.

Saat ditanya berapa jumlah peserta, Atalia mengatakan, forum ini merupakan program pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Dirjen Dikti mengundang 500 orang mahasiswa berprestasi dengan IPK 2,75 ke atas. Peserta forum bidikmisi nasional adalah mahasiswa PTN berprestasi akademik dan berbakat di seluruh Indonesia di undang ke Jakarta untuk berdialog dengan Presiden RI dan Mendikbud dan para tokoh yang sukses dalam berkarya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan kepemimpinan dan kewirausahaan.

Rektor Undana, Prof. Frans Umbu Datta pada kesempatan itu meminta kepada seluruh peserta mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi untuk terus mendukung Undang-Undang Perguruan Tinggi (UUPT) yang telah disyahkan oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu, karena belakangan ini kritik terhadap UUPT menguat, dimana ada segelitir masyarakat sedang  mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). MK akan merspons permintaan masyarakat tentang uji material UUPT. Diseluruh Indonesia hanya ada segelintir masyarakat yang tidak setuju UUPT disyahkan, sebenarnya tidak benar itu, katanya.

Paling utama, kata Rektor, Frans Umbu Datta, mungkin kekhawatiran kelompok masyarakat ini karena PTN akan menjelma sebagai privatisasi pendidikan atau PTN kembali kepada model BHP. Atau bisa juga privatisasi pendidikan dinilai juga membuka peluang pemerintah untuk lepas tangan dalam pendanaan PTN.

Padahal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. M. Nuh sudah berulang-ulang kali menegaskan, otonomi PTN tidak akan menghapus tanggung jawab pemerintah, termasuk dalam hal pendanaan. Karena itu, pihaknya akan membawa dua orang mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi Undana untuk  meyakinkan pemerintah bahwa isi dari UUPT terus dipertahankan demi kepentingan warga belajar.

Sebelumnya, Mendikbud, M.Nuh dalam pengantarnya saat Forum Bidikmisi Nasional menjelaskan, program beasiswa Bidikmisi yang telah dijalankan sejak tahun 2010 merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, guna memberikan peluang bagi anak bangsa yang memiliki kemampuan akademik sangat baik, namun memiliki kekurang-mampuan ekonomi, sehingga diduga tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Karena itu, Mendikbud mengharapkan, program ini dapat mewujudkan impian menjadi kenyataan dan mampu memutuskan mata rantai kemiskinan kelak di masa mendatang. Tetapi banyak juga berpendapat bahwa program ini memiliki kerahaman sosial, maka tepat adanya, sehingga ia mengatakan bahwa program Bidikmisi ditujukan untuk “membeli masa depan dengan harga sekarang”, kata Mendikbud. (David Sir S.Sos. M.Hum/Humas Undana).

share this article on

FacebookLinkedinTwitter