Universidade-ACER-Undana Teken MoU Keterdidikan Anak di Timor
15/09/2014
article thumbnail

Satu lagi momen internasional di gelar di Undana.  Senin pagi, (15/9) The Universidade Nacional Timor Lorosa’e, The Australian Council for Educattion Research, dan Universitas Nusa Cendana teken me [ ... ]


Gubernur Terima 9 Wisudawan Terbaik Undana
12/09/2014
article thumbnail

Kamis,(9/9) lalu bertempat di ruang rapat  lantai tiga, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menerima 9 orang wisudawan terbaik dari sepuluh fakultas dan pascasarjana di lingkungan Undana yang diwisuda [ ... ]


Artikel Lainnya

Wamendikbud Sosialisasi Kurikulum 2013

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), Prof. Dr. Musliar Kasim, MS, disela-sela  memantau UN SMP-SMA di daratan Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS) dan mampir di SMA Negeri 3 Kota Kupang, 22-23 April lalu, berkesempatan melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 di aula LPMP NTT, di dampingi Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc.Ph.D, Kadis PPO Provinsi NTT, Drs. Klemens Meba, Kepala LPMP, Ngajimin serta pejabat lainnya.

Saat memberikan materi dalam sosialisasi tersebut, Wamendikbud, Musliar Kasim meminta secara khusus kepada Kepala Sekolah, dan para guru di NTT agar jangan menolak Kurikulum 2013. Saya telah mensosialisasikan kurikulum 2013 kepada sembilan Provinsi di Indonesia. Kalau di kota Batam, audiensnya antara 600-800-an orang guru yang telah memberikan respons terhadap Kurikulum 2013. Selama ini di media cetak maupun elektronik, memberitakan para guru menolak kurikulum ini karena akan mematikan kretivitas guru. Hal itu tidak benar dan bertolak belakang dengan esensi yang berada di dalam Kurikulum baru ini. Karena itu saya hadir disini untuk menyampaikan persepsi yang benar, sehingga para guru di NTT yang hadir hari ini bisa menyampaikan informasi yang benar kepada guru-guru yang lain yang tidak sempat hadir hari ini, katanya.

Wamendikbud, Musliar Kasim, lebih lanjut menegaskan, Kurikulum 2013 hadir untuk mengantisipasi perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan di abad 21, telah terjadi pergeseran paradigma belajar, baik ciri-ciri maupun model pembelajaran yang lebih mengedepankan peserta didik melalui proses mengamati, menanya, menalar dan mencoba untuk meningkatkan kreativitasnya. Selain itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaring melalui collaborative learning.

“Jadi saya tegaskan kembali, Kurikulum 2013 telah melewati uji publik pengembangan, dan kini telah memasuki tahap terakhir yaitu tahap penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013 pada Juli mendatang. Saya mengikuti dari awal penyusunan Kurikulum ini bersama 500 orang pakar pendidikan, sehingga sebagai guru, maupun dosen diminta supaya jangan sekali-kali menolak Kurikulum ini, sehingga pembelajaran yang menyenangkan itu akan terjadi setelah Kurikulum baru ini dietapkan. Jadi ada sejumlah faktor penting dalam Kurikulum ini dalam upaya meningkatkan capaian pendidikan di Indonesia, selain sejumlah faktor lainnya, diantaranya lama siswa bersekolah, lama siswa tinggal di sekolah, pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi, buku pegangan dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan,” katanya.

Menurut Wamendikbud, Musliar Kasim, orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), ketrampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Orientasi Kurikulum baru ini sejalan dengan amanat UU Sisdiknas tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal (35), kompetensi lulusan merupakan kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan KBK yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan secara terpadu.

Wamendikbud, Prof. Musliar Kasim menyebutkan, terdapat empat faktor yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013, diantaranya, pertama, tantangan masa depan meliputi arus globalisasi, masalah lingkungan, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi serta ekonomi berbasis pengetahuan. Kedua, kompetensi masa depan meliputi kemampuan berfikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga Negara yang efektif dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda. Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarism, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, serta gejolak sosial dan Keempat, persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat dan kurang bermuatan karakter.

Jadi inti dari pengembangan Kurikulum 2013 adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa mampu lebih baik dalam melakukan konservasi, bertanya, bernalar dan mengkomunikasikan atau mempresentasikan apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran. Melalui pendekatan seperti ini, siswa diharapkan memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Peserta didik akan jauh lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan zaman, memasuki masa depan yang lebih baik. (David Sir, S. Sos, M. Hum).

 

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh


share this article on

FacebookLinkedinTwitter