Menristek Dikti Tambah Anggaran Beasiswa Bidik Misi
19/12/2016
article thumbnail

MESKI pada tahun 2017 mendatang anggaran Beasiswa Bidik Misi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) bagi mahasiswa, mengalami penurunan sebesar 1 triliun yaitu dari Rp 40 triliun tahun 2016 menjadi Rp  [ ... ]


Acry Deo Datus, Lulusan Doktor Perdana Undana
16/12/2016
article thumbnail

Universitas Nusa Cendana (Undana) diusianya yang ke-54 kembali menorehkan sejarah baru. Sejarah baru tersebut adalah dengan melahirkan Drs. Acry Deo Datus, MA menjadi lulusan doktor perdana Undana. Ac [ ... ]


Artikel Lainnya

Menristek Dikti Tambah Anggaran Beasiswa Bidik Misi

MESKI pada tahun 2017 mendatang anggaran Beasiswa Bidik Misi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) bagi mahasiswa, mengalami penurunan sebesar 1 triliun yaitu dari Rp 40 triliun tahun 2016 menjadi Rp 39 triliun pada tahun 2017. Namun Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan menambah anggaran tersebut. Caranya dengan memangkas anggaran-anggaran yang tidak penting di Kemenristek Dikti. Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. Mohammad Nasir ketika memberi kuliah umum dihadapan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi dan Adik di Aula Undana, Jumat (16/12).

Hal tersebut, kata Nasir, untuk memajukan kualitas mahasiswa di semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. “Mudah-mudahan beasiswa Bidik Misi dan Afirmasi Pendidikan (Adik), mahasiswa bisa bergairah dan terus belajar,” kata Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu. Di sela-sela kuliah umum tersebut, Menristek Dikti pun meminta mahasiswa peraih Indeks Predikat Kumulatif (IPK) 3,70 dan mahasiswa Bidik Misi dari daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3-T) untuk menerima hadiah. Usai memberikan hadih, Menristek Dikti mengaku dirinya

Acry Deo Datus, Lulusan Doktor Perdana Undana

Universitas Nusa Cendana (Undana) diusianya yang ke-54 kembali menorehkan sejarah baru. Sejarah baru tersebut adalah dengan melahirkan Drs. Acry Deo Datus, MA menjadi lulusan doktor perdana Undana. Acry Deo Datus dinyatakan lulus doktor dengan cumlaude setelah mengikuti sidang promosi terbuka yang dilaksanakan di ruang Aula Undana, Penfui, Kamis (15/12).

Sidang yang dibuka oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D, diawali dengan mempersilahkan Ketua Tim Promotor, Prof. Dr. Alo Liliweri, MS mengajukan pertimbangan kelayakan akademisi dari promovendus, Dr. Acry Deo Datus untuk diuji dalam sidang. Setelah pertimbangan kelayakan tersebut disampaikan, Dr. Acry Deo Datus kemudian memaparkan resume Disertasi dengan judul “Etnokrasi Dalam Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Tentang Etnisitas Dalam Birokrasi dan Persepsi Terhadap Pelayanan Publik Pada Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur Pasca Pilkada 2003 dan 2013)”.

Dalam sidang tersebut, Dr. Acry Datus dicecar sejumlah pertanyaan, masukan dan sanggahan terkait dengan judul disertasi, baik oleh dewan penguji,

UNS-Undana Jalin Kerjasama

Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) berkomitmen menjalin kerjasama dalam bidang tri dharma pendidikan, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) masing-masing dilakukan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS dan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D, di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Jumat (9/12).

Rektor Undana, Prof. Fred Benu dalam kata pengantarnya menyambut baik ide Rektor UNS, Prof. Ravik bersama pimpinan fakultas, pascasarjana, lembaga, dan biro ke Undana dalam mengagas kerjasama. Pada kesempatan itu, Rektor Fred Benu memberikan garis besar tentang pengembangan dan sejumlah komunitas di lingkungan Undana kepada tamu UNS antara lain, Undana memiliki 11 fakultas dengan total mahasiswa reguler mencapai 25 ribu orang, dan bila ditambah mahasiswa non reguler seperti PPKHB dan PDD, maka totalnya hampir mencapai 30 ribu orang. Jumlah tenaga pengajar dengan kualifikasi S-2 sebanyak 642 orang, S-3 sebanyak 155 orang, dan

Lulusan FH Harus Bekerja dan Berdoa

LULUSAN Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta agar tetap belajar untuk mengasah kemampuan dan skill selama berada di tengah masyarakat. Selain itu, harus tetap bekerja dan berdoa agar bisa mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga bangsa dan negara maupun bagi almamater FH Undana. Permintaan ini disampaikan Dekan FH Undana, Jhon Nome, SH, MH ketika memberikan sambutan pada acara pelepasan wisuda Fakultas Hukum Undana periode keempat, Desember 2016, di pelataran Kantor FH Undana, (2/12).

Mengawali sambutannya, Nome menjelaskan sejarah singkat berdirinya FH Undana yang berdiri pada tahun 1962 dengan nama Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK), hingga kini menjadi Fakultas Hukum. Ia mengaku, sengaja tidak membuat acara tersebut di hotel dan memilih pelataran FH, karena tempat tersebut merupakan tempat yang biasanya digunakan para mahasiswa maupun dosen untuk membangun budaya diskusi. “Jadi tempat ini merupakan tempat mahasiswa maupun dosen untuk berpikir dan berdiskusi di bawah pohon, karena banyak filsuf yang muncul ketika berdiskusi dibawah pohon,” ujarnya. Selain itu, pelataran tersebut merupakan saksi para

Dosen Undana Harus Bisa Jadi Teladan

DOSEN Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta agar bisa menjadi teladan bagi para mahasiswa yang juga adalah peserta didik. Pasalnya, para mahasiswa akan mengikuti teladan yang dilakukan oleh dosen atau pengajar, ketimbang apa yang diucapkan oleh dosen di depan kelas. Demikian disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika menyampaikan materi dengan judul “Perguruan Tinggi, Pembangunan karakter dan Kemajuan Bangsa” pada Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Aproach (AA) Bagi Dosen PNS dan Kontrak Undana, Selasa (6/12) di Hotel T-More, Kupang.

Ia mengatakan, data terakhir oleh World Economy Forum (WEF) yang menunjukkan peringkat daya saing Indonesia merosot dari peringkat ke-37 tahun lalu menjadi peringkat ke-41 tahun ini dari 138 negara. Kendati pengembangan sektor keuangan dinilai cukup baik, yakni naik tujuh peringkat, Indonesia anjlok 20 peringkat dalam kesehatan dan pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Secara keseluruhan, skor Indonesia 5,42 dan Laporan yang sama menyebutkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia ada di peringkat ke-91. Itu karena penetrasi

Wisudawan Undana Diminta Tingkatkan Daya Saing

Wisudawan Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta agar meningkatkan daya saing, khususnya daya saing pribadi maupun daya saing bangsa, dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara bertanggungjawab bagi eksistensi dan kemajuan bangsa dan negara. Selain itu, wisudawan pun diminta agar memiliki nilai dan karakter kebangsaan agar tidak menggunakan iptek untuk tujuan yang conter-produktif, bahkan yang bersifat disintegratif. Permintaan tersebut disampaikan Rektor selaku Ketua Senat Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika menyampaikan pidato pada acara wisuda Magister, Profesi dan Sarjana, periode keempat tahun 2016 di aula Undana, Senin (5/12).

daya saing, khususnya daya saing bangsa dan daya saing pendidikan tinggi, Fred Benu mengatakan, data terakhir oleh World Economy Forum (WEF) yang menunjukkan peringkat daya saing Indonesia merosot dari peringkat ke-37 tahun lalu menjadi peringkat ke-41 tahun ini dari 138 negara. Kendati pengembangan sektor keuangan dinilai cukup baik, yakni naik tujuh peringkat, Indonesia anjlok 20 peringkat dalam kesehatan dan pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Secara keseluruhan, skor Indonesia 5,42 dan Laporan yang sama menyebutkan bahwa teknologi

1.388 LULUSAN UNDANA DIWISUDA

Sesuai rencana, Universitas Nusa Cendana (Undana) akan mewisuda lagi 1.388 orang lulusannya dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Periode Keempat, Tahun 2016, akan berlangsung di Aula Undana Penfui,  Senin, 5 Desember 2016 akan dipimpin langsung oleh Ketua Senat, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M.Si. Sebelumnya, pada wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Periode Ketiga, Undana mewisuda 1.918 orang wisudawan.

Humas Undana, David Sir, S.Sos.,M.Hum di ruang kerja lantai tiga Undana Penfui, Jumat, (2/12) mengatakan, prosesi pelaksanaan wisuda tersebut akan dibagi menjadi dua sesi yaitu, sesi pertama dimulai jam 07.00 hingga 10.30, setelah itu akan dilanjutkan pada sesi kedua mulai 13.00 hingga 16.30 Wita.

Wisuda sesi pertama sebanyak 694 orang wisudawan, begitu juga sesi kedua sebanyak 694 orang wisudawan, terdiri dari Program Pascasarjana sesi pertama 16 orang, dan sesi kedua 14 orang wisudawan. FKIP sesi pertama 330 orang, sesi kedua 331 orang wisudawan. Fapet.sesi pertama 9 orang, dan sesi kedua 11 orang wisudawan. Fisip.sesi pertama 27 orang, dan sesi kedua sebanyak 28 orang wisudawan. FH, sesi pertama 25 orang, dan sesi kedua 25

Tingkatkan Kerjasama Bidang Pendidikan

  • Wakil Dubes Australia Beri Kuliah Umum di Undana

DALAM rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan antara Australia dan Indonesia, maka Wakil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Dr. Justin Lee berkunjung ke Universitas Nusa Cendana (Undana). Dalam kunjungannya Dr, Justin pun memberi kuliah umum yang dipandu moderator, Prof. Dr. Simon Sabon Ola di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Kamis (1/12).

Dalam paparanya, ia mengungkapkan hubungan luar negeri antara Indonesia dan Australia sangat baik. Umumnya, kata dia, hubungan tersebut tidak hanya oleh kedua pemerintah, namun hubungan baik antara masyarakat dua negara tersebut. “Jadi isu-isunya tidak terlalu rumit. Misalnya ada  satu juta wisatawan Australia yang datang ke Indonesia setiap tahun, begitupun dengan Indonesia yang ke Australia sebanyak 30 ribu orang,” ungkapnya. Ia mengatakan, cita-cita pemerintah Australia dan Indonesia pada umumnya sama, yaitu ingin makmur dan stabil, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya maupun pendidikan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Dr. Justin, kini sudah berada pada urutan 13 hingga 15 dunia . Hal tersebut sangat didukung dengan pekerjaan dan tingkat ekonomi masyarakat. Bidang kerjasama lainnya, kata Lee adalah menjaga lingkungan hidup, menanggapi perubahan iklim dan mengatasi

Page 1 of 40

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »