BAUK Undana Gelar Workshop BMN
29/09/2014
article thumbnail

Subagian Perlengkapan Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana),  menggelar Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Acara t [ ... ]


Menanam Apa yang Bisa Dijual
29/09/2014
article thumbnail

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D mengatakan, peningkatan kapasitas dosen fakultas hukum Undana dengan basisnya dilihat dari teori kurikulum, maka ha [ ... ]


Artikel Lainnya

BAUK Undana Gelar Workshop BMN

Subagian Perlengkapan Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana),  menggelar Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Acara tersebut berlangsung selama dua hari yakni, 29 hingga 30 September 2014 dengan dihadiri peserta dari Undana maupun dari Politeknik Negeri Kupang dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D dalam sambutannya mengatakan, persoalan pengelolaan barang milik negara adalah persoalan yang sangat penting bagi warga Undana. Rasanya setelah dirinya menjabat sebagai Rektor Undana beberapa bulan, persoalan ini masih mengganjal kita semua karena ada sejumlah barang milik negara tidak dikelola secara baik. Apakah ini terjadi karena volume kerja yang terlalu atau rentang kendali kita yang terlalu panjang untuk menata barang-barang tersebut. Tidak saja beberapa aset negara yang besar yang kita tidak

Menanam Apa yang Bisa Dijual

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D mengatakan, peningkatan kapasitas dosen fakultas hukum Undana dengan basisnya dilihat dari teori kurikulum, maka hal ini sangat positif dan perlu didukung. Dulu orientasi pelaku pendidikan lebih dari pada input dan proses, tetapi sekarang lebih berorientasi  pada output yang mau dilihat, sehingga saat ini ada tiga masa kehidupan manusia yang perlu diamati yakni, masa yang lalu, masa saat ini, dan masa yang akan datang. “Jadi peristiwa yang akan datang itu kita hanya perlu mengantisipasi. Yang bisa kita rubah adalah apa yang sudah lewat dan kita antisipasi apa yang mau diubah saat ini. Yang lain kita hanya menunggu saja atau hanya mencoba untuk merefleksi. Tapi momen hari ini merupakan kesempatan bagi kita untuk mengubah sesuatu yang mungkin belum total seratus persen kita memenuhi tuntutan kita di zaman yang penuh keterbukaan yang berkonsekuensi pada kompetensi,” kata Rektor Fred Benu ketika membuka

Ditjen Perdagangan Internasional Sosialisasi MEA di Undana

Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, melakukan sosialisasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di ruang CCTV lantai tiga Universitas Nusa Cendana (Undana) Penfui, Jumat (26/9). Acara sosialisasi tersebut bertujuan menghimpun informasi yang berkaitan dengan pemahaman masyarakat mengenai implementasi ASEAN Economic Community (AEC) pada 31 Desember 2015.

Tiga narasumber yang tampil dalam diskusi panel MEA tersebut yakni, Sekretaris Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Dr. Parluhutan Tado Sianturi, Kepala Sub Dit Perkebunan Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Luar Negeri, Eka Dian Dharma, SE.,MM dan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D. Acara tersebut dipandu langsung oleh, Pembantu Rektor Bidang Akademik Undana, DR. David B.W. Pandie, MS.

Di depan sekitar 300 mahasiswa, Sianturi menjelaskan AEC atau MEA merupakan satu komunitas yang diciptakan

ASTER KASDAM IX UNDAYA BERTEMU REKTOR UNDANA

Senin siang, (22/9), Asisten Teritori (Aster) Kasdam IX Udayana, Letkol Inf. A. Yudi Hartono, S.Sos, bertemu dengan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D di ruang kerja Rektor lantai dua Undana Penfui. Saat bertemu Rektor, Letkol Yudi ditemani Kasiter Korem 161/WS, Letkol Jony, Dandim 1604 Kupang, Letkol Subar, Wadanyonif 743, Mayor Inf. Abdul Samad, Pabanda Sterdam IX Udayana, Mayor Inf. Cecep. Sementara Rektor, didampingi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum.

Usai pertemuan, Profesor Simon Ola mengatakan, tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mendapat informasi tentang  tindak lanjut dari pertemuan para Rektor PTN se-Indonesia awal Agustus lalu dengan Kepala Staf TNI AD, Jenderal Gatot Nurmantio di Mabes TNI AD Jakarta. Dalam pertemuan itu, Kasad meminta para Rektor PTN untuk ikut mendukung pembinaan mahasiswa yang berkaitan dengan prinsip-prinsip bela negara. Karena belakangan ini terdapat banyak sekali

Universidade-ACER-Undana Teken MoU Keterdidikan Anak di Timor

Satu lagi momen internasional di gelar di Undana.  Senin pagi, (15/9) The Universidade Nacional Timor Lorosa’e, The Australian Council for Educattion Research, dan Universitas Nusa Cendana teken memorandum of Understanding (MoU) tentang Penelitian  mengenai “The Educability of The Children of Timor” atau Keterdidikan anak di Timor di ruang CCTV lantai tiga Undana Penfui.

MoU tersebut masing-masing ditandatangani oleh Rektor Universidade Nacional Timor Leste, Prof. Aurelio Guterres, Ph.D, Director of International Australian Council fot Education Research (Acer), Peter McGuckian dan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D.

Kesepakatan MoU tersebut antara lain, pelaksanaan setiap aktivitas dan program dilakukan bersama-sama sesuai dengan aturan yang ditetapkan termasuk asuransi, biaya pelaksanaan dan pajak, serta seleksi peserta dari setiap program dan aktivitas dikoordinasikan secara bersama. Selain itu, material akademik, termasuk bahan ajar,

Gubernur Terima 9 Wisudawan Terbaik Undana

Kamis,(9/9) lalu bertempat di ruang rapat  lantai tiga, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menerima 9 orang wisudawan terbaik dari sepuluh fakultas dan pascasarjana di lingkungan Undana yang diwisuda awal September lalu. Para wisudawan terbaik tersebut saat memenuhi Undangan gubernur, ditemani Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum. Hadir pula pada kesempatan itu, dua orang wisudawan yang berulang tahun sama dengan gubernur NTT pada wisuda periode September 2014,  hari pertama.

Pada kesempatan itu,  gubernur Frans Lebu Raya menyampaikan, suasana seperti ini merupakan kebiasaan saat dirinya menghadiri acara wisuda sekaligus mengundang para wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap hasil perjuangan yang telah mereka lalui. Selain itu, katanya,  untuk memotivasi wisudawan terbaik agar terus belajar dan berjuang untuk menjadi yang terbaik pula.

Rektor Undana Buka LRT

Rabu, 10 September 2014, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D membuka secara resmi pengoperasian Laboratorium Riset Terpadu (LRT) yang dulu dikenal Laboratorium Bioscience. Acara tersebut dihadiri pimpinan universitas, pascasarjana, fakultas, dan lembaga di lingkungan Undana. Hadir pula beberapa suplayer dari Surabaya yang melakukan presentasi tentang akreditasi laboratorium,  seluruh dinas pelaku yang ada di NTT serta para perbankan.

Dalam sambutannya, Benu mengatakan, lab ini didirikan pada tahun 2012 dan mendapatkan fasilitas alat-alat lab yang sangat canggih berkapasitas nasional bahkan internasional. “Jadi alat-alat lab disini merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. Makanya kita berdosa besar, kalau seluruh fasilitas yang ada di lab ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, terutama dimanfaatkan bagi pemenuhan persoalan-persoalan yang ada ditingkat masyarakat. Kami buta mengenai alat-alat di lab ini, sehingga saya mencoba untuk berkonsultasi pada pimpinan Undana yang lain

Peran Aktif Kampus Memberantas Korupsi

Wakil Ketua KPK, M. Busyro Muqoddas, meminta jajaran pimpinan kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk memberantas mafia korupsi yang terjadi di sektor swasta dengan birokrasi  dalam permainan cartel daging sapi di NTT. “Jadi korupsi di Indonesia itu lebih banyak terjadi di sektor swasta dan di birokrasi di daerah. Ada calo proyek dan calo peternakan yang selalu muncul dimana-mana. Aktor-aktor ini dimana-mana ada, yang datanya ada di KPK,” kata Busyro dalam diskusi bersama dengan jajaran pimpinan Undana di ruang CCTV lantai tiga Undana Penfui, Selasa, (9/9).

Dikatakannya, ketika korupsi merajalela dimana-mana, peran kampus dimana. Untuk mengatasi masalah korupsi ini, maka kampus diminta partisipasinya bersama masyarakat peternakan untuk memberantas mafia korupsi dalam hal permainan daging sapi di NTT. Karena itu, pihaknya meminta peran kampus untuk mengkritisi lembaga birokrasi yang belum transparan dalam mengelola peternakan bersama dengan masyarakat peternakan dan pertanian di wilayah NTT.

share this article on

FacebookLinkedinTwitter