Daya Serap Indikator Pertumbunan Ekonomi
27/06/2016
article thumbnail

Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Drs. Mangadas L. Gaol, M.Si., Ph. D meminta setiap pimpinan unit kerja; fakultas, lembaga, biro, pasca [ ... ]


154 Mahasiswa Undana Ikut Pendidikan Bela Negara
24/06/2016
article thumbnail

Rektor: Jaga Nama baik Undana SEBANYAK 154 mahasiswa penerima Program Beasiswa Bidikmisi 11 fakultas di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana) selama beberapa pekan akan kedepan akan mengikuti  [ ... ]


Artikel Lainnya

Daya Serap Indikator Pertumbunan Ekonomi

Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Drs. Mangadas L. Gaol, M.Si., Ph. D meminta setiap pimpinan unit kerja; fakultas, lembaga, biro, pascasarjana, dan bagian di lingkungan Undana agar dapat meningkatkan daya serap anggaran pada triwulan ketiga dan keempat (Juli-Desember) 2016. Permintaan tersebut disampaikan Prof. Mangadas L. Gaol saat memimpin apel pagi, Senin (27/6) di pelataran Gedung Rektorat Undana.

Dikatakannya, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama beberapa pimpinan di lingkungan Undana telah melakukan rapat evaluasi daya serap. Karena itu, ia meminta agar daya serap tahun ini bisa meningkat dan menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan, sisa waktu untuk meningkatkan daya serap hanya lima bulan saja (Juli-Nobember). Pasalnya, kata dia, pada Desember nanti tidak dilakukan perhitungan. Ia mengimbau kepada unit dan bagian yang berpotensi menjadi masalah. Misalnya, Fakultas Kedokteran (FK) yang masih memiliki sisa uang Rp 4 miliar lebih, berarti dalam sebulan, kata Prof. Mangadas, sebanyak Rp 1 miliar harus dihabiskan, itu tidak mudah.

Karena itu, ia meminta agar setiap pimpinan unit bisa melakukan kegiatan yang belum dilakukan. Namun, kata dia, bukan berarti berlomba-lomba menghabiskan uang, tetapi penyerapan anggaran yang dilaksanakan secara akuntabel,” tandasnya. Karena jelas dia, daya serap adalah salah satu indikator pertumbuhan

154 Mahasiswa Undana Ikut Pendidikan Bela Negara

Rektor: Jaga Nama baik Undana

SEBANYAK 154 mahasiswa penerima Program Beasiswa Bidikmisi 11 fakultas di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana) selama beberapa pekan akan kedepan akan mengikuti Pendidikan Bela Negara yang dipusatkan di Brigif Komodo 21 Naibonat, Kabupaten Kupang Timur yang dilepas secara resmi oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D dipelataran gedung rektorat Undana Penfui, Jumat pagi (24/6).

Dalam sambuatannya, Rektor meminta agar para mahasiswa bisa menjaga nama baik Undana,  diri sendiri, institusi maupun bangsa dan negara. Pasalnya, keharusan mengikuti pendidikan tersebut merupakan sebuah kewajiban moral bagi setiap komponen, termasuk mahasiswa generasi bangsa.

“Jadi kita semua jangan merasa bahwa tidak ada tanggung jawab terhadap bangsa dan negara ini. Kita sebagai warga global tetapi tidak merasa warga Indonesia. Tanggungjawab warga negara ini mau dibawa kemana. Bagaimana mungkin kita hidup di NKRI, namun tidak ada yang merasa bertanggungjawab terhadap kelangsungan negara dan bangasa ini Indonesia,” tandasnya. Prof. Fred Benu, mengaku geram dengan sikap

Undana Lepas 678 Wisudawan

 Rektor: Ciptakan Kebebasan dan  Keadilan Bagi Sesama

Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melepas  sejumlah wisudawan pada acara Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Undana Periode ke Dua tahun 2016 yang dilaksanakan di Aula Undana Penfui, Kamis (23/6). Sebanyak 678 wisudawan pada sepuluh fakultas dan satu Pascasarjana di lingkungan Undana dilepas pada momentum ini. Dengan demikian, sejak Undana didirikan pada tahun 1962 hingga sekarang telah menghasilkan 53.307 wisudawan, diantaranya 1.213 magister, 100 profesi dan 39.905 sarjana. Dalam wisuda tersebut terdapat 9 orang sarjana yang selama menempuh pendidikan di Undana memperoleh beasiswa pemerintah bagi anak kurang mampu (Beasiswa Bidikmisi).

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik. L. Benu,M.Si.,Ph.D dalam pidatonya wisuda mengatakan, momen wisuda merupakan momen bahagia, karena mewarnai akhir perjuangan panjang, penuh tantangan selama menempuh pendidikan di Undana. Mengangkat topik tentang kebebasan dan keadilan (freedom and justice), papar Prof. Fred Benu, sistem hukum dan perpolitikan modern saat ini sesungguhnya didasarkan pada sistem nilai kebebasan dan keadilan. Ia mangutip Ian Morris (2011) mempertanyakan perkembangan peradaban barat yang selalu mendominasi peradaban dunia

Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan

© Drs. Dominikus S. Yampormase., MH

Ada yang menarik dari 678 wisudawan yang dilepas oleh Universitas Nusa Cendana pada  Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Periode Kedua Tahun 2016. Betapa tidak, salah satu wisudawan yang turut dilepas adalah Wakil Direktur Bimas Polda NTT, Drs.Dominikus S.Yampormase,MH dengan meraih IPK tertinggi 3,98 dengan berperdikat pujian. Keberhasilan tersebut, tak mambuat mantan Kapolres Alor ini berbesar hati. kepada wartawan media ini, Domi-sapaan (....red)  mengaku dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, dirinya siap meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khsusnya soal memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, Pasalnya, hal tersebut merupakan indikator utama dalam melihat kapasitas seseorang.

“Jadi dengan kapasitas yang dimiliki, maka kami akan lebih meningkatkan pelayanan, khususnya dalam hal meberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Pasal 13 Tahun 2002 tentang Tugas Pokok Polri,” kata mantan Kapolres Sabu Raijua ini. Ketika ditanya soal jabatan, ia mengatakan, sesungguhnya jabatan itu amanah dari Tuhan. Dan, tergantung dari penilaian pimpinan. “Karena itu, saya serahkan kepada pimpinan, sejauhmana pimpinan mengangap saya bisa memberikan kontribusi sesuai

Tim PNK Kupang Sabet Juara I

 Turnamen Futsal Rektor Undana Cup

Usai sudah Turnamen Futsal Antar Perguruan Tinggi Sedaratan Timor dan Rote Ndao memperebutkan Rektor Undana Cup yang digelar di Pitoby Sport Centre, Belo dari tanggal 18 hingga 20 Juni 2016. Sebanyak 12 tim yang berlaga di turnamen ini yaitu Undana A, Fisip Undana, FKIP Undana, Stikip Soe, Stipas Kupang, Universitas PGRI NTT, UKAW Kupang, Unika Kupang, Muhammadiyah Kupang.

Tim Politeknik Negeri Kupang (PNK) keluar sebagai juara I usai mengalahkan tim Undana A dengan skor 3:2. Sebelum melaku ke final tim PNK berhasil mengalahkan kesebelas tim lain dengan skor 14: 2, dan mengalahkan Universitas PGRI NTT di babak semifinal dengan skor 5:1 sebelum mengalahkan tim Undana A dibabak final. Sedangkan tim Undana A keluar sebagai juara dua. Juara tiga diraih tim Universitas PGRI NTT, setelah mengalahkan Tim Fisip Undana dengan skor 5:1. Dengan demikian Fisip Undana keluar sebagai juara IV.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Simon S. Ola saat menutup turnamen tersebut mengaku bangga atas penampilan para tim futsal dalam perebutan Rektor Undana Cup. Ia meminta maaf, lantaran Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D tak berkenan hadir menutup turnamen

Rektor Undana: Junjung Tinggi Sportivitas

Dalam rangka Rangkaian kegiatan Dies Natalis Undana yang ke 54, 1 September mendatang, sekaligus sebagai ajang untuk pembinaan dan upaya mencari atlit potensial, serta membentuk tim di NTT  tingkat universitas untuk kegiatan Pomnas, maka  12 tim memperebutkan Rektor Undana Cup dalam Turnamen Futsal Antar Perguruan Tinggi Sedaratan Timor dan Rote Ndao. Karena itu, semangat kerjasama dan sportivitas perlu dijunjung tinggi dalam turnemen tersebut. Demikian disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika membuka turnamen tersebut di Pitoby Sport Centre, Belo, Sabtu (18/6).

“Jadi Sportivitas menjadi penting guna bersaing dalam memperbutkan juara, tentu ada benturan fisik, itu biasa,  namun harus berakhir di lapangan,” tandas Benu. Ia pun meminta agar para tim bisa menjaga keamanan selama turnamen berlangsung. Karena hal tersebut akan mengabaikan kepentingan soal prestasi olah raga dan mengedepankan kepentingan individu dan tim.

Dikatakannya, turnamen tersebut dilakukan untuk mempersiapkan para atlit tingkat universitas untuk berlaga di Pomnas mendatang. Dengan adanya hadiah

Bangun Daerah Pedesaan

 EIFI Kunjungi Desa Linanmutu

Dalam rangka pembangunan daerah pedesaan, khususnya dalam bidang sumber daya alam, mata pencaharian (pertanian, red), irigasi serta isu-isu pembangunan pedesaan lainnya, maka tim Eastern Indonesia Field Intensive (IEFI) mengunjungi Desa Linanmutu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tanggal 22 Juni hingga 1 Juli 2016. Kunjugan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani dalam hal ketersediaan infrastruktur bidang pertanian, sistim irigasi, pola tanam, serta akses informasi yang dihadapi masyarakat. Demikian disampaikan Kordinator Unit EIFI, Dr. Penny Warm di gedung teater lantai tiga Rektorat Undana Penfui, Senin (20/6).

Dikatakannya, terdapat empat universitas terlibat dalam kunjungan studi lapangan tersebut, yakni Universitas Charles Darwin, Universitas Satya Wacana, Universitas Gaja Mada dan Undana. Ia mengatakan, kegiatan tersebut tak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas, namun bermanfaat juga bagi pemerintah, dan masyarakat. Ia mengatakan, berdasarkan pengamalam tahun-tahun sebelumnya, sejak kegiatan EIFI, masyarkat mengaku mendapat manfaat dari program ini, terutama soal infrastruktur irigasi, persawahan dan informasi. Selain itu, kegiatan EIFI pun mempererat

Diskusi Kebangsaan

 MPR Kunjungi Undana

Dalam rangka memformulasi sistem perencanaan pembangunan dengan model Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), maka Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengunjungi kampus-kampus di Indonesia, termasuk Undana untuk mendengar masukan dari para akademisi maupun civitas akademika.  Kunjungan Tim MPR guna melakukan  Diskusi Kebangsaan MPR Goes to Campus  dilaksanakan di Aula Undana Penfui, Senin (13/6).

Diskusi kebangsaan MPR tersebut menghadirkan para nara narasumber seperti Dr. Bambang Sadono selaku Ketua Badan Pengkajian MPR Dr. David B.W. Pandie, MS (Akademisi/Dosen Fisip Undana), Dr. Jhon S Kotan (Akademisi/Dosen Fisip Undana), Laurensius Saerani, S.Sos, M.PA (Akademisi/Dosen Fisip Undana), Dr. Adam Sudrajat (Anggota Badan Pengkajian MPR-RI Fraksi PKS), Dr. Jefirston Riwu Kore (Anggota Badan Pengkajian MPR-RI Fraksi Demokrat).

Dr. David Pandie dalam paparannya mengatakan untuk menghidupkan kembali GBHN yang sudah tidak lagi menjadi model pembangunan, maka pemerintah pusat (Pempus) harus membuat sistim pembangunan yang mengikat pemerintahan secara total, baik pempus maupun semua Pemda. Karena, kata Dr. David,

Page 1 of 31

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »