4.027 Orang Mahasiswa Baru Undana Jalani Tes Urine Narkoba
25/08/2015
article thumbnail

Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerja sama dengan BNN Provinsi Nusa Tenggara Timir (NTT), melakukan tes urine kepada 4.027 orang mahasiswa baru Undana selama tiga hari. Tes urine narkoba tersebut  [ ... ]


UEU Jalin Kerjasama dengan Undana
25/08/2015
article thumbnail

Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta Barat menjalin kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan dan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa yang di [ ... ]


Artikel Lainnya

4.027 Orang Mahasiswa Baru Undana Jalani Tes Urine Narkoba

Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerja sama dengan BNN Provinsi Nusa Tenggara Timir (NTT), melakukan tes urine kepada 4.027 orang mahasiswa baru Undana selama tiga hari. Tes urine narkoba tersebut didahului dengan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Akademik, DR. David B.W. Pandie, MS, Dekan FST, Drs. Hery Leo Sianturi, M.Si dan Ketua Panitia Dies Natalis ke-53 Undana, Drs. Theo da Caunha, M.Si. Acara tersebut berlangsung di halaman depan FST Undana Penfui, Senin, (24/8).

Rektor, Prof. Fred Benu telah canangkan kampus Undana sebagai kampus anti narkoba dalam suasana perayaan Kemerdekaan RI tanggal 17 Agsutus lalu. Sebelumnya, Pihak Undana bekerjasama dengan BNN Provinsi NTT untuk melakukan tes urine kepada mahasiswa baru Undana dengan tujuan untuk mengetahui kesehatan dari para mahasiswa tersebut sehingga betul-betul siap dan bersih dalam menempuh pendidikan tinggi di lingkungan Undana.

Menurut Fred Benu, kampus Undana sebagai kampus bebas narkoba harus benar-benar dilakukan agar tidak sekedar wacana saja. Generasi muda sekarang sudah sangat diganggu dan tergantung dalam

UEU Jalin Kerjasama dengan Undana

Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta Barat menjalin kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan dan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa yang diselenggarakan oleh kedua universitas, serta pertukaran tenaga ahli yang diperlukan guna mendukung kepentingan dan tugas pokok kedua belah pihak.

Jalinan kerjasama tersebut dituangkan dalam Naskah Kesepakatan Kerjasama yang ditandatangani masing-masing, Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, M.BA dan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D, di ruang kerja lantai dua Undana Penfui, Jumat, (21/8). Penandatanganan naskah kerjasama tersebut disaksikan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D.

Kesepakatan kerjasama di bidang program studi kedua belah pihak untuk mendapatkan personel yang tangguh dalam menghadapi setia tugas bagi kepentingan kedua belah pihak. Selain itu, kesepakatan di bidang promosi meliputi penyuluhan dan pendampingan pada masyarakat umum dan masyarakat

Rektor Undana Lantik 24 Pejabat Non Struktural

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D melantik dan mengambil sumpah 24 pejabat non struktural di lingkungan Undana, Selasa, (19/8) di ruang aula lantai tiga Undana Penfui.

Siaran pers dari Humas Undana, David Sir menyebutkan, para pejabat yang dilantik itu adalah Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Undana, dr. Sangguana M.J.Koamesah,MMR,MMPK dilantik menggantikan Dekan sebelumnya, dr. A.A. Heru Tjahyono,Sp.OG. Dr.Ir.Sunadji,MP (Sebagai Ketua Jurusan Kelautan Antar Waktu FKP), Drs. Umrah Kamahi, M.Si dan Ferly Tanggu Hana, S.Si.M.Comm (sebgai Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP), Agus Setyobudi, SKM.,M.Kes (Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Kerja FKM), Anna Henny Talahatu, S.Pi.,M.Si (Ketua Jurusan Gizi Kesehatan Mahanasyarakat FKM), Dony M.Sitohang, S.Kom.,M.Cs dan Sebastianus A.S. Mola,ST.,M.Kom (sebagi Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Komputer FST), Dr.Ir.Yulianus Linggi,M.Si (Ka. Lab Lapangan/Kebun Percontohan FKP), Yuliana Tandi Rubak, S.TP.,MP (Ka.LabTeknologi Pengolahan Hasil Pertanian Faperta), Yohanes K.N. Liliweri, S.Sn.,M.Sn (Ka.Lab Ilmu Komunikasi FISIP),

Putusan MK Cukup Adil

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D bersama dengan 13 orang dosen Fakultas Hukum Undana merasa puas dengan permohonan  tim judicial review terkait Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tetang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

“Terus terang kami merasa puas dan bangga dengan upaya sejumlah dosen Fakultas Hukum Undana. Walaupun permohonan diterima sebagian oleh hakim MK. Kami bangga dan menghormati keputusan MK itu,” kata Prof. Fred Benu usai mengikuti acara life langsung melalui teleconferens di ruang lantai dua Fakultas Hukum Undana, Kamis (9/7). Sebagai Rektor Undana, saya menghormati putusan MK yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang berasal dari PNS, DPR, DPD serta DPRD yang diharuskan mundur dari Jabatannya setelah resmi menjadi peserta Pilkada.

Sejumlah dosen dari Fakultas Hukum Undana yang merupakan pegawai negeri sipil melakukan gugatan dengan nomor permohonan 49/PUU-XIII/2015. “Kita berterima kasih, karena proses hukum yang diputuskan MK ini memberikan kepuasan terhadap masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur yang berniat mengikuti Pilkada serentak. Kita mempunyai tanggung jawab moril terhadap proses hukum yang dilakukan oleh tim judicial

Undana Terapkan UKT

Ada yang baru di pembiayaan untuk perkuliahan di semua Perguruan Tinggi Negeri, yakni sistem pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang merupakan keseluruhan biaya belajar selama satu semester. Sistem ini didaulat oleh pemerintah melalui Permendikbud Nomor 55 Tahun 2013 yang dinilai akan menguntungkan mahasiswa yang tidak mampu untuk kuliah, karena ketiadaan biaya. Khusus di Undana, tahun ini merupakan tahun kedua UKT diterapkan.

Tahun ajaran baru untuk mahasiswa Undana, angkatan 2015/2016 akan segera dimulai. Segala persiapan sedang dilakukan, mulai dari penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), hingga proses penentuan atau ferivikasi data keluarga bagi mahasiswa baru yang dilakukan oleh dosen dan pegawai di Aula Undana selama dua hari, sejak tanggal 29 hingga 30 Juni 2015, untuk penentuan jumlah biaya yang akan dibebankan kepada mahasiswa baru nantinya, yang diterima melalui jalur SNMPTN maupun  SBMPTN

UKT sendiri dibagi ke dalam lima kelompok. Bagi calon mahasiswa baru Undana tahun akademik 2015/2016 yang orang tua atau penanggung biaya kuliah yang secara ekonomi dianggap mampu dikenakan UKT pada kelompok V (lima). Sedangkan bagi yang tidak mampu secara ekonomi dapat dikenakan UKT pada kelompok IV (empat), III (tiga), II (dua), bahkan kelompok I (satu). Besaran UKT bervariasi tergantung program studi yang dipilih. Misalnya, Program Studi  Akuntansi, kelompok I, (500.000) kelompok II, (1.000.000) kelompok III, (2.500.000) kelompok

KKN Wujud Tanggung Jawab Sosial Warga Kampus

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D, mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud dari tanggung jawab sosial  warga kampus. Mahasiswa harus punya kecerdasan sosial  diwujudkan lewat KKN. Kalau kita hanya mengejar kecerdasan intelektual, maka kita nanti hanya akan menghasilkan manusia pintar, tapi tidak bermoral dan tidak berkarakter kebangsaan.

Penegasan tersebut disampaikan Rektor, Fred Benu, saat menyampaikan materi dalam pembekalan KKN mahasiswa Undana di Aula Utama Undana Penfui, Senin (6/7).

“Bisa dibayangkan, kalau SDM seperti itu hanya pintar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), bisa bahaya bangsa Indonesia. Bangsa ini bisa dijual, karena dia terlalu pintar menguasai iptek, tapi tidak berkarakter kebangsaan Indonesia. Dia hanya merasa dirinya pintar sebagai warga global, dan berkompetensi ditingkat global dengan kepintaran, tetapi tidak berciri dan berkarakter Indonesia. Mudah saja atas nama intelektual, penguasaan iptek, bisa saja dia menjual bangsa ini, karena dia merasa dirinya pintar, merasa sebagai warga global, bukan sebagai warga bangsa Indonesia. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Benu.

Menurut Rektor, Prof. Fred Benu, KKN sebagai salah satu program yang wajib diambil oleh mahasiswa, sebelum menyelesaikan seluruh tugas akhir. Karena itu, pihaknya meminta agar peserta dapat mengikuti pembekalan KKN ini secara baik dan mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan, agar komitmen yang sudah dibangun antara pihak universitas dengan peserta mahasiswa KKN. “Jadi di lokasi KKN nanti,

KPID NTT Gagas Kerja Sama dengan Undana

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID) menggagas kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang penyiaran. Naskah nota kesepahaman ditandatangani masing-masing oleh Ketua KPID NTT, Ir. Yoseph Geradus Lema, dengan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D, di ruang rapat Rektorat lantai dua Undana Penfui, Kamis (25/6). Penandatanganan naskah nota kesepahaman tersebut disaksikan, Pembantu Rektor IV Bidang Kerja sama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Frans Gana, M.Si.

Siaran pers Kepala Humas Undana, David Sir, S.Sos.,M.Hum mengatakan, kedua belah pihak berdasarkan kewenangan yang ada, sepakat mengadakan perjanjian kerja sama operasional secara kelembagaan dalam rangka pelaksanaan kegiatan literasi media untuk pengawasan isi siaran dan penelitian.

Pasal 3, maksud dan tujuan perjanjian operasional tersebut adalah menyelenggarakan kegiatan di bidang penyiaran. Sedangkan perjanjian kerja sama operasional ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh para pihak, melindungi kepentingan masyarakat dalam bidang

Sembilan Program Nawa Cita Tingkatkan Daya Saing

Kedatangan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Muhammad Nasir, Ph.D di Universitas Nusa Cendana (Undana) sungguh membawa kesan tersendiri bagi sivitas akademika Undana, karena kehadirannya di kampus cendana tersebut guna mensosialisasikan sembilan Program Nawa Cita   Presiden Joko Widodo dalam kurun waktu 2014-2019. Salah satu dari sembilan poin penting itu adalah pemerintahan Jokowi-JK, akan membangun mulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Untuk mewujudkan hal itu, maka sumber daya manusia harus dibangun terlebih dahulu, dalam mendukung meningkatkan daya saing pendidikan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah agar menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Menristekdikti, M. Nasir dalam dialog interaktif “Membangun Sinergitas antara Akademisi dan Pemerintah untuk Mendukung Program Nawa Cita” di ruang CCTV lantai tiga Undana Penfui, Senin (1/6) lalu.

Menristekdikti M. Nasir yang saat itu didampingi Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Wagub, Benny Litelnoni, Rektor Undana, Profesor Fred Benu, lebih lanjut menuturkan, Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya kemandirian. Untuk mencapai kemandirian di daerah, maka dibutuhkan

Page 1 of 21

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »