Wamen Perindustrian Timor Leste Tawar Kerjasama dengan Undana
04/02/2016
article thumbnail

TAWARAN kerja sama tingkat internasional kembali di lakukan di Universitas Nusa Cendana (Undana), melalui kunjungan kerja Wakil Menteri (Wamen) Perindustrian, Perdagangan dan Lingkungan Hidup Timor Le [ ... ]


Undana Gelar Sosialisasi SNMPTN
04/02/2016
article thumbnail

• Bagi Kasek SMA/SMK/MA/MAK Se Kota-Kab. Kupang   UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) melakukan sosialisasi tentang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2016 bagi Kepala Se [ ... ]


Artikel Lainnya

Wamen Perindustrian Timor Leste Tawar Kerjasama dengan Undana

TAWARAN kerja sama tingkat internasional kembali di lakukan di Universitas Nusa Cendana (Undana), melalui kunjungan kerja Wakil Menteri (Wamen) Perindustrian, Perdagangan dan Lingkungan Hidup Timor Leste, Filipus Pareira, SE.,M.Si yang diterima langsung oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D, di ruang kerja Rektor lantai dua Undana Penfui, Rabu (3/2).  Wamen Timor Leste, Filipus Pareira,  saat berkunjung ke Undana, ditemani Dirjen Perindustrian, Antonio Soares, Dirjen Karantina, Valenti Santus dan Ketua Kadin Timor Leste, Stanislau. Sementara Rektor didampingi Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni,  Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D.

Dalam pertemuan terbatas kedua pimpinan itu,  didahului dengan pemaparan singkat tentang  jumlah komunitas dan  potensi Undana dari  Rektor, Prof. Fred Benu. Tamu Undana saat itu mendapat gambaran secara langsung perkembangan Undana yang kini memiliki sebelas fakultas, dua program pascasarjana  S2 dan S3, 24 guru besar aktif, 156 Doktor dan dua puluh tiga ribu mahasiswa Undana.

Pada kesempatan itu, Rektor, Fred Benu menyampaikan, sebelumnya Undana juga menggagas kerjasama dengan The Universidade Nacional Timor Lorosa’e dan The Australian Council for Education Research (Acer) tentang penelitian

Undana Gelar Sosialisasi SNMPTN

Bagi Kasek SMA/SMK/MA/MAK Se Kota-Kab. Kupang

 

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) melakukan sosialisasi tentang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2016 bagi Kepala Sekolah (Kasek) SMA/SMK/MA/MAK Se Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembantu Rektor  Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie saat memberikan penjelasan mengenai SNMPTN di aula lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Penfui, Rabu (3/2/2016) mengatakan, sosialisasi tersebut diharapkan agar para Kasek dapat berpartisipasi mendaftarkan para siswa/siswi berprestasi di sekolah yang memiliki prestasi akademik untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Undana, maupun PTN lainnya di Indonesia.

Menurut Pandie, sosialisasi tersbut dilaksanakan untuk memudahkan para Kasek dalam melakukan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), selain itu dapat mengingatkan para Kasek se Kota Kupang dan Kabupaten Kupang agar bertindak jujur dalam mengisi PDSS. Ia menjelaskan, syarat pendaftaran melalui jalur SNMPTN adalah bagi siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir pada tahun 2016 yang memiliki prestasi unggul, serta memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Persyaratan sekolah, kata Pandie, yakni bagi SMA/MA/SMK Negeri maupun Swasta yang mempunyai Nomor Pokok Siswa Nasional (NPSN), dan telah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Adapun persyaratan siswa, yakni memiliki prestasi unggul,

Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru

Pendaftar Punya Kesempatan Lamar “Bidik Misi”

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph.D mengatakan, calon mahasiswa baru Undana yang akan diterima pada tahun 2016, melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri memiliki kesempatan untuk melamar beasiswa Bidik Misi. Pasalnya, pengajuan persyaratan untuk memperoleh program beasiswa Bidik Misi hanya bisa dilakukan pada saat mendaftar masuk menjadi mahasiswa baru.

“Syarat utama beasiswa ini  adalah pendaftar (calon mahasiswa baru, red) harus dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Namun, memiliki prestasi akademik yang baik. “Jadi bantuan pendidikan Bidik Misi ini diperuntukan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik, namun tidak mampu secara ekonomi,” kata Rektor Fred ketika memberi keterangan pers di ruag rapat lantai dua Rektorat Undana, Penfui, Jumat (22/1/2016).

Ia menjelaskan, program bantuan Bidik Misi ini, telah dilaksanakan di Undana sejak tiga tahun lalu, dan selalu bersamaan dengan SNMPTN. Dan, pemberian beasiswa Bidik Misi ini hanya dalam jangka waktu VIII semester atau empat tahun saja. Namun, bila mahasiswa tak mampu mengakhiri studi selama VIII semester, maka biaya kuliah akan dibebankan pada mahasiswa sendiri. “Jadi dengan adanya batasan waktu tersebut, maka mahasiswa akan terpacu mengakhiri masa studi pada semester,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pembantu Rektor  Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie, MS. Menurut Pandie, Beasiswa Bidik Misi, diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik tetapi kurang mampu secara ekonomi. Menurut Pandie, sudah dua kali berturut-turut beasiswa bidik

Kepala Sekolah Harus Jujur Mengisi PDSS

Terkait Pendaftaran Mahasiswa Baru di Undana

SEMUA Kepala Sekolah Menengah Atas, Kejuruan, Madrasah Aliyah se Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan dari luar NTT diminta agar dapat bertindak jujur dan bertanggungjawab dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada saat mendaftar siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), khsusnya  di Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui jalur SNMPTN. Pasalnya, bila tidak mengisi data sekolah dengan jujur dan bertanggung jawab, maka sekolah tersebut akan mendapat sanksi berupa ketidakikutsertaan dalam mendaftarkan siswa/siswi ke Undana, bahkan semua PTN yang ada di Indonesia. Demikian disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M, Si., Ph. D ketika memberikan keterangan pers di ruang rapat lantai dua Rektorat Undana, Penfui, Jumat (22/1/2016).

Ia mengatakan, ada beberapa sekolah yang telah melakukan manipulasi data sekolah, terutama data siswa, yakni nilai akademik siswa dalam laporan pendidikan. Ia mengisahkan, pada tahun lalu, salah satu sekolah menengah di NTT memanipulasi data siswa. Sehingga, siswa/siswi tersebut lulus seleksi SNMPTN. Kendati demikian, kata rektor, melalui hasil identifiksai yang dilakukan internal Undana, ternyata menemukan, 50 siswa/siswi tersebut lulus lantaran data-data mereka dimanipulasi oleh pihak sekolah. Oleh karena itu, pihaknya pun telah mencabut hasil tersebut dan meminta para siswa/siswi tersebut mengikuti tes ulang pada jalur SBMPTN maupun jalur mandiri.

Pada kesempatan tersebut, rektor enggan menyebut nama sekolah tersebut. Namun, ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, dalam hal ini Bupati guna memberikan sanksi kepada sekolah tersebut. Ia menjelaskan, landasan konseptual SNMPTN

Kepala Sekolah Harus Jujur Mengisi PDSS

Kepala Sekolah Harus Jujur Mengisi PDSS

Terkait Pendaftaran Mahasiswa Baru di Undana

SEMUA Kepala Sekolah Menengah Atas, Kejuruan, Madrasah Aliyah se Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan dari luar NTT diminta agar dapat bertindak jujur dan bertanggungjawab dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada saat mendaftar siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), khsusnya  di Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui jalur SNMPTN. Pasalnya, bila tidak mengisi data sekolah dengan jujur dan bertanggung jawab, maka sekolah tersebut akan mendapat sanksi berupa ketidakikutsertaan dalam mendaftarkan siswa/siswi ke Undana, bahkan semua PTN yang ada di Indonesia. Demikian disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M, Si., Ph. D ketika memberikan keterangan pers di ruang rapat lantai dua Rektorat Undana, Penfui, Jumat (22/1/2016).

Ia mengatakan, ada beberapa sekolah yang telah melakukan manipulasi data sekolah, terutama data siswa, yakni nilai akademik siswa dalam laporan pendidikan. Ia mengisahkan, pada tahun lalu, salah satu sekolah menengah di NTT memanipulasi data siswa. Sehingga, siswa/siswi tersebut lulus seleksi SNMPTN. Kendati demikian, kata rektor, melalui hasil identifiksai yang dilakukan internal Undana, ternyata menemukan, 50 siswa/siswi tersebut lulus lantaran data-data mereka dimanipulasi oleh pihak sekolah. Oleh karena itu, pihaknya pun telah mencabut hasil tersebut dan meminta para siswa/siswi tersebut mengikuti tes ulang pada jalur SBMPTN maupun jalur mandiri.

Pada kesempatan tersebut, rektor enggan menyebut nama sekolah tersebut. Namun, ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, dalam hal ini Bupati guna memberikan sanksi kepada sekolah tersebut. Ia menjelaskan, landasan konseptual SNMPTN adalah, pertama, untuk membangun satu kesatuan sistim pendidikan nasional melalui intergrasi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Kedua, memberi pengakuan kepada semua prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan menengah sebagai bahan penerimaan mahasiswa baru. Ketiga, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh siswa lulusan smenegah yang mempunya prestasi akademik terbaik di Indonesia, untuk dapat mengikuti tinggi program sarjana sarjana di PTN. Keempat, memberi peran kepada sekolah menegah untuk ikut bersama-sama dengan PTN dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

“Jadi mereka (guru-guru di sekolah, red) tidak hanya hasilkan output kemudian tak ada urusan lagi. Namun, mereka masih punya tanggung jawab agar masuk PTN,” ujarnya. Kelima, membangun budaya akademik dan menjunjung tinggi nila kejujuran dan edukasi nasional penggunaan teknologi informasi. “Perlu budaya akademik yang punya nilai kejujuran. Karena pada tahun kemarin ada sekolah yang juga membawa anak-anaknya dalam proses seleksi, tetapi tidak jujur. Dan itu ada. Di tingkat nasional itu dipertanyakan, ada sekolah yang nipu,” beber Rekor.

Sanksi bagi sekolah  yang merekayasa nilai, kata Rektor Fred, sekolah tersebut tidak diperkenankan untuk mengikuti proses yang sama tahun ini. “Ini menjadi penting, isi data dengan jujur dan tanggung jawab. Bila tidak, maka resikonya adalah mereka tidak diperkenankan mengikuti proses seleski tahun ini. Tahun kemarin kami sudah berproses terhadap ketidakjujuran itu, dan melaporkan kepada kepala daerah yang punya kewenangan terhadap pendidikan menengah. Kemarin bupati sudah kontak saya bahwa sekolah tersebut sudah diberi sanksi juga,” katanya.

Landasan konseptual selanjutnya, jelas Prof. Fred, sebagai wahana perekat bangsa karena diikuti oleh siswa lintas wilayan seluruh indonesia sehingga dalam kampus PTN terbangun komunitas yang bhineka. “Jadi siapa saja boleh masuk ke PTN di NTT, kita pun bisa masuk Universitas Indonesia, di Universitas Cendrawasih, Papua juga boleh. Di Undana ada banyak mahasiswa dari luar NTT, bahkan siswa dari luar Indonesia pun ada disini,” ujarnya.

Butuh Tim Independen

Dalam menyikapi adanya manipulasi data siswa, khususnya prestasi akademik tersebut, kata rektor, pihaknya berencana akan berupaya menjalin kerja sama dengan tim independen guna mengawal proses seleksi masuk PTN Undana. “Jadi untuk menghindari adanya manipulasi data yang dilakukan pihak sekolah, maka ke depan (mungkin) kita bersama-sama dengan tim independen untuk mengawal proses seleksi masuk perguruan tinggi,” ujar Prof. Fred. Proses tersebut perlu dilakukan, karena menurut Rektor Fred, terdapat aksi tipu-tipu yang dilakukan pikak sekolah dalam hal ini kepala sekolah. Jadi kalau ada sekolah yang menipu dan merekayasa nilai para siswa, maka tidak diperkenankan mengikuti proses yang sama tahun ini,” tandasnya. (refael/ds/ovan)

Undana Siapkan 7.165 Kursi Bagi Mahasiswa Baru

• Pada Tahun Akademik 2016/2017

 

MENURUT rencana tahun Akademik 2016/2017 Universitas Nusa Cendana (Undana) bakal menyiapkan 7.165 kursi bagi mahasiswa baru Undana. Penerimaan mahasiswa baru Undana tersebut  melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi melalui Jalur Mandiri.  Hal itu  disampaikan Rektor Undana, Prof. Fred Benu dihadapan wartawan media cetak dan elektronik  di ruang rapat lantai dua Rektorat Undana, Penfui, Jumat (22/1).

Benu menjelaskan, dari ketiga pola penerimaan tersebut, bila penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan pola SNMPTN dan SBMPTN, maka kedua pola penerimaan tersebut masing-masing akan mendapat kuota 50 persen. Namun, bila penerimaan melalui jalur mandiri pun dilakukan, maka pola SNMPTN dan SBMPTN akan mendapat kuota 40 persen, sedangkan jalur mandiri mendapat kuota 20 persen.

Dari jumlah tersebut, jelas rektor, jumlah penerimaan mahasiswa pada setiap fakultas yaitu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 2.305 orang, Fakultas Peternakan sebanyak 400 orang , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 1.050 orang, Fakultas Hukum sebanyak 450 orang, Fakultas Pertanian sebanyak 545 orang, Fakultas Sains dan Teknik sebanyak 1.365 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat sebanyak 290 orang,

Undana Buka Pendaftaran Jalur Undangan SNMPTN

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana)  membuka pendaftaran calon mahasiswa baru melalui jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2016, mulai tanggal 29 Februari hingga 12 Maret mendatang. Sebelumnya, telah dilakukan launching SNMPTN  pada 15 Januari lalu oleh Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, dan pengisian dan verifikasi PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) telah dimulai pada tanggal 18 Januari hingga 20 Februari 2016. Hal ini disampaikan Rektor  Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D dalam  keterangan pers kepada wartawan media cetak dan elektronik di ruang rapat rektorat lantai dua Undana Penfui, Jumat (22/1/2016) lalu.

Rektor, Fred Benu menjelaskan, syarat pendaftaran melalui jalur SNMPTN adalah bagi siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir pada tahun 2016 yang memiliki prestasi unggul, serta memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Persyaratan sekolah,  yakni bagi SMA/MA/SMK Negeri maupun Swasta yang mempunyai Nomor Pokok Siswa Nasional (NPSN), dan telah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Selain itu, katanya, ada juga persyaratan siswa, yakni memiliki prestasi unggul, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di PDSS, serta memiliki nilai rapor semester I hingga V yang telah diisikan di PDSS.

Dijelaskannya, SMPTN bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa SMA, MA, SMK atau SRI di luar negeri yang memiliki prestasi unggul untuk memperoleh pendidikan tinggi, dan memberikan peluang pada PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai

Page 1 of 25

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »