Sembilan Program Nawa Cita Tingkatkan Daya Saing
05/06/2015
article thumbnail

Kedatangan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Muhammad Nasir, Ph.D di Universitas Nusa Cendana (Undana) sungguh membawa kesan tersendiri bagi sivitas akademika Unda [ ... ]


Silahturahmi Kapolda kepada Rektor Undana
05/06/2015
article thumbnail

Rabu, (3/6), kemarin, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Brigadir Jenderal  Polisi Drs. Endang Sunjaya, SH.,MH bersilahturahmi kepada Rektor Universitas Nusa Cendana (Un [ ... ]


Artikel Lainnya

Sembilan Program Nawa Cita Tingkatkan Daya Saing

Kedatangan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Muhammad Nasir, Ph.D di Universitas Nusa Cendana (Undana) sungguh membawa kesan tersendiri bagi sivitas akademika Undana, karena kehadirannya di kampus cendana tersebut guna mensosialisasikan sembilan Program Nawa Cita   Presiden Joko Widodo dalam kurun waktu 2014-2019. Salah satu dari sembilan poin penting itu adalah pemerintahan Jokowi-JK, akan membangun mulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Untuk mewujudkan hal itu, maka sumber daya manusia harus dibangun terlebih dahulu, dalam mendukung meningkatkan daya saing pendidikan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah agar menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Menristekdikti, M. Nasir dalam dialog interaktif “Membangun Sinergitas antara Akademisi dan Pemerintah untuk Mendukung Program Nawa Cita” di ruang CCTV lantai tiga Undana Penfui, Senin (1/6) lalu.

Menristekdikti M. Nasir yang saat itu didampingi Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Wagub, Benny Litelnoni, Rektor Undana, Profesor Fred Benu, lebih lanjut menuturkan, Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya kemandirian. Untuk mencapai kemandirian di daerah, maka dibutuhkan

Silahturahmi Kapolda kepada Rektor Undana

Rabu, (3/6), kemarin, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Brigadir Jenderal  Polisi Drs. Endang Sunjaya, SH.,MH bersilahturahmi kepada Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D di ruang kerja rektor lantai dua Undana Penfui. Kapolda datang di Undana didampingi sejumlah pejabat Perwira Polri, sementara Rektor, Fred Benu didampingi Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B.W. Pandie, MS dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D, dan Dekan Fakultas Hukum Undana, Sukardan Aloysius, SH.,MH.

Pertemuan kedua pimpinan itu penuh keakraban diawali dengan penyampaian informasi mengenai jumlah komunitas Undana yang disampaikan oleh Rektor, Prof. Fred Benu. Jumlah mahasiswa Undana di kampus induk selain kelas program studi pendidikan diluar domisili sebanyak dua puluh empat ribu lebih, jumlah dosen Undana 924 orang, guru besar 23 orang, Doktor 136 orang dan sisanya bergelar Magister.

Rektor, Fred Benu, menyampaikan terima kasih, karena telah melakukan silahturahmi dengan pimpinan Undana. Pihaknya yakin bahwa dengan kehadiran

CDU-Undana Gelar Workshop

Charles Darwin University (CDU) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), selama dua hari, 26 hingga 27 Mei 2015 menggelar Workshop Australian Commonwealth Governmentprogram Agriculture (AllRA), dengan judul “Improving Irrigation infrastructure for greater food and water security”. di ruang CCTV lantai tiga Undana Penfui, Selasa, (26/5).

Tim dari Undana, DR. Adrianus Amaheka, ST.,M.Eng mengatakan, tujuan workshop dimaksud adalah untuk mengindentifikasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah irigasi terhadap air minum dan sanitasi yang sehat dan meningkatkan produktivitas sistem irigasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang hilirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Hal ini katanya, ditempuh melalui peningkatan kapasitas petugas pemerintah ditingkat Kabupaten dan Provinsi NTT untuk membangun pemerintahan yang efektif terkait dengan pengelolaan air dan sanitasi, menilai desain infrastruktur irigasi dan

Undana Tambah Satu Guru Besar

Universitas Nusa Cendana (Undana), kembali menambah lagi satu orang Guru Besar yang telah dikukuhkan oleh Ketua Senat yang juga Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D dalam Rapat Senat Terbuka Khusus Luar Biasa di Aula Undana Penfui, Senin (18/5).

Guru Besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Yohanes Buang, S.Pd.,M.Agr, dikukuhkan dalam bidang ilmu Biokimia, sekaligus merupakan Guru Besar ke-dua pada Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana.

Dengan penambahan satu orang Guru Besar itu, maka saat ini Undana memiliki 23 orang Guru Besar aktif yang tersebar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 7 orang, Fakultas Peternakan (Fapet) 8 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2 orang, Fakultas Pertanian (Faperta) 4 orang, Fakultas Sains dan Teknik (FST) 2 orang.

Dalam pidato pengukuhannya berjudul “Transformasi Biomolekul, Kebutuhan Sel dan Kecelakaan Metabolik dalam Reaksi-Reaksi Biokimia

8.487 Peserta SNMPTN Undana Berebut 1.876 Kursi

Sebanyak 8.487 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun akademik 2015/2016 di Universitas Nusa Cendana (Undana), akan memperebutkan 1.876 kursi mahasiswa baru yang disediakan oleh satu-satunya universitas negeri tertua di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pendaftaran peserta SNMPTN tahun akademik 2014/2015 di Undana telah ditutup pada 8 Maret lalu.

“Jadi seleksi masuk Undana sangat ketat karena jumlah peserta kali ini cukup banyak. Sementara yang diterima sedikit sekali,” ujar Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D dalam acara interaktif yang disiarkan secara langsung oleh RRI Kupang, Kamis (7/5).

Dijelaskannya, mahasiswa baru yang akan diterima melalui SNMPTN sebanyak 1.876 orang itu, tersebar di sebelas fakultas yang ada di Undana, diantaranya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 522 orang, Fakultas Peternakan (Fapet) 150 orang, Fakultas Hukum (FH) 132 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 222 orang Fakultas Pertanian

Korupsi di Indonesia Sangat Buruk

Akhir Maret kemarin, RRI Kupang menghadirkan tiga narasumber dari Universitas Nusa Cendana (Undana), yaitu Rektor, Profesor Fred Benu, Dekan Fakultas Hukum, Aloysius Sukardan,S.H.,M.Hum dan Kepro Magister Hukum Pascasarjana, Dr. Sulistyanta,SH.,M.H guna melakukan dialog interaktif seputar realitas korupsi di tanah air maupun di lingkungan kampus Undana yang dipandu langsung oleh Aser Rihi Tugu.
Rektor, Fred Benu, dalam dialog dengan masyarakat melalui udara mengatakan, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang masuk dalam jajaran ekonomi 16 besar dunia. Itu berarti kinerja ekonomi Indonesia cukup kuat bersama dengan beberapa negara Asia lainnya. Terutama Cina dan India. Tetapi apakah kemajuan pembangunan ekonomi Indonesia itu benar-benar satu prestasi yang membanggakan. Benu, menyampaikan bahwa ada catatan di harian Kompas, walaupun perkembangan ekonomi Indonesia ini masuk sebagai negara-negara besar dengan tingkat pertumbuhan yang cukup baik dalam 10 tahun terakhir, namun sebenarnya pencapaian itu masih bisa digapai, tetapi ternyata indikator kinerja korupsi Indonesia sangat buruk sekali.
Benu optimis, kinerja ekonomi yang sudah dicapai saat ini, sebenarnya masih bisa dicapai lebih

Undana, Koordinator Pemantauan dan Pemindaian LJUN

Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai universitas negeri tertua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjuk kembali oleh Pemerintah Pusat sebagai koordinator pemantauan, dan pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) SMA/MA/SMAK/SMTK dan SMK/MAK Tahun Pelajaran 2014/2015.

Hal itu dikemukakan Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B.W. Pandie, MS dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pemantauan dan Pemindaian LJUN SMA/MA/SMAK/SMTK dan SMK/MAK se-NTT di ruang Aula lantai tiga Undana Penfui, Selasa, (7/4). Rakor tersebut dihadiri seluruh Kepala Dinas PPO se-NTT, dan juga para pimpinan universitas, fakultas, lembaga serta biro di lingkungan Undana.

Menurut David Pandie, berkaitan dengan UN, tahun ini  Undana hanya berperan sebagai koordinator pemantauan dan pemindaian  LJUN. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Undana selalu diberikan dua

Rektor Undana Kecewa

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si.,Ph.D mengaku merasa sangat kecewa karena ada unit kerja di lingkungan Undana, pimpinan unit itu mempekerjakan pegawai kontrak Undana sebanyak 18 orang tanpa sepengetahuan Rektor selaku pimpinan tertinggi di satu-satunya universitas negeri tertua di NTT itu.

Pernyataan rasa kecewa tersebut disampaikan Fred Benu, saat memimpin apel kerja pagi di halaman depan kantor pusat Undana Penfui, Senin (30/3) “Saya sangat kecewa  dan tidak tahu sama sekali bahwa ada  penempatan 18 orang pegawai honor Undana di unit kerja tertentu. Sementara unit lain hanya menempatkan pegawai kontrak sebanyak tiga hingga empat orang. Karena itu, Rektor, Fred Benu meminta kepada Pembantu Rektor Bidang Adm.Umum dan Keuangan, Prof. Drs. Mangadas Lumban Gaol, M.Si.,Ph.D, Kepala Biro Adm.Umum dan Keuangan, Ir. Benny J. Pandie dan Kepala BAAKPSI, Drs. Jimmy J. Benu, M.Si untuk mengevaluasi

Page 1 of 20

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »