SMAN 3 Kupang Timur UN Perdana
16/04/2014
article thumbnail

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) Negeri 3 Kupang Timur baru pertama kali melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Sebanyak 209 siswa menjadi peserta UN tahun ajaran 2013/2014. Pada hari kedua pe [ ... ]


3 Dokter Lulusan Perdana FK Undana Disumpah
07/04/2014
article thumbnail

Jumat, 28 Maret 2014 merupakan hari bersejarah yang patut dicatat oleh masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) khususnya, dan masyarakat NTT pada umumnya, karena menjelang usianya yang ke-53 Unda [ ... ]


Artikel Lainnya

SMAN 3 Kupang Timur UN Perdana

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) Negeri 3 Kupang Timur baru pertama kali melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Sebanyak 209 siswa menjadi peserta UN tahun ajaran 2013/2014.

Pada hari kedua pelaksanaan UN, Selasa 15 April 2014, sekolah yang terletak di arah barat Polres Babau Kabupaten Kupang Timur ini tidak luput dari pantauan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D bersama Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B.W. Pandie, MS, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Ir. Maximiliam M.J. Kapa, M.Agr.Sc. Turut ikut memantau Kapolsek Kabupaten Kupang Timur, IPDA. Dewa Putu Dharmadi.

Pada saat pelaksanaan UN hari pertama, satu orang siswa batal mengikuti UN karena telah lulus tes Tamtama TNI AD. UN hari pertama dan kedua berjalan aman dan lancar, kata kepala sekolah, Anderias Poetting, S.Pd. Tim Independen dari Undana, Drs. Umrah Kamahi, M.Si, Ketua Panitia UN SMA Negeri Kupang Timur, Oktovianus Waang, S.Pd, bersama-sama dengan sejumlah guru juga turut memantau jalannya UN di sekolah tersebut.

Anderias Poetting disela-sela pemantauan menjelaskan, ke-209 orang siswa yang sedang mengikuti UN saat ini merupakan angkatan pertama sejak sekolah itu dibuka pada tahun 2011. Sampai saat ini, katanya, jumlah siswa sekolah tersebut sebanyak 502 orang. Sementara proses belajar berjalan pada sore hari. “Jadi

3 Dokter Lulusan Perdana FK Undana Disumpah

Jumat, 28 Maret 2014 merupakan hari bersejarah yang patut dicatat oleh masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) khususnya, dan masyarakat NTT pada umumnya, karena menjelang usianya yang ke-53 Undana melalui Fakultas Kedokteran telah mengukuhkan 3 orang dokter Undana yang dipimpin langsung Dekan, dr. Heru Tjahyono, Sp.OG.  Ketiga orang dokter lulusan perdana dari FK Undana yakni dr. Danio Johanis Bunda, S.Ked, dr. Peneten Ola Maria Kriska Tokan, S.Ked dan dr. Richardo Dedy Gana, S.Ked, saat diangkat sumpah didampingi rohaniawan Kristen Protestan, Pdt. Yati Pandie-Lada dan rohaniawan Kristen Katolik, Romo Ambrosius B. Ladjar, Pr.

Hadir pada acara itu, Wakil Gubernur NTT, Drs. Beny Litelnoni,SH.M.Si, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D, para Pembantu Rektor, Dekan, Direktris Pascasarjana, Lembaga, dan Biro. Hadir pula mantan Rektor Undana, Profesor Frans Umbu Datta,  Dekan FK Unhas, Prof. Ir. Irawan Yusuf, Ph.D, orangtua ketiga dokter, serta undangan lainnya.

Dalam laporannya, Dekan FK Undana, dr. Heru Tjahyono, Sp.OG mengatakan, FK Undana tahun ini sudah masuk tahun keenam dan memiliki 318 mahasiswa. Pada tahap akademik, kata Heru, ada 215 mahasiswa dan pada tahap pendidikan profesi dokter sebanyak 97 orang. “Jadi ketiga dokter yang dihasilkan oleh Undana yang sudah diangkat sumpah dan dilantik ini telah lulus tepat waktu pada Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), sehingga lulusan dokter Undanapun diakui Indonesia. Dan saat ini, FK Undana menjalin kerjasama atau bermitra dengan FK Unhas di Makasar,” katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan lulusan yang berdaya saing dan berwawasan global, maka Fakultas Kedokteran Undana juga telah bekerjasama dengan beberapa universitas luar negeri yaitu University Flinders Medical School di Australia, dan University of Tasmania.  Ia berharap para lulusan bisa melayanu masyarakat Provinsi NTT dengan baik.

Wakil Gubernur, Beny Litelnoni berharap agar seorang dokter baru harus bisa dan siap melayani masyarakat NTT. Dalam melayani masyarakat, seorang dokter harus bekerja keras, cerdas serta tuntas. Tunjukan bahwa Anda sudah ditempa dengan segudang ilmu yang ada dan tetap ramah, sabar dan rendah hati dalam melayani pasien, katanya.

Beny Litelnoni pada kesempatan itu menghimbau agar tiga orang dokter baru Undana tersebut tetap percaya diri bila bersama-sama dengan dokter jebolan universitas lain di Indonesia. Karena itu saya berharap, kedepan akan lahir dokter-dokter baru dari Undana untuk NTT dan Indonesia.

Rektor, Profesor Fred Benu dalam sambutannya mengatakan, Undana telah membuat catatan spektakuler, karena kurang lebih menjelang lima puluh tiga tahun perjalanan Undana telah berhasil melantik dan mengukuhkan tiga orang dokter pada periode pertama.

Rektor, Fred Benu mengatakan, tiga bidang utama pembangunan bangsa yakni, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Hari ini Undana telah membuat sebuah

Domisili Kampus Undana 2 Bajwa

Universitas Nusa Cendana (Undana) mendapatkan penugasan resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menjadi pilot project Program di Luar Domisili Kampus Undana 2 di Bajawa merupakan pertama di Indonesia. Belakangan ini program serupa baru diikuti oleh sejumlah universitas besar seperti Universitas Airlangga dan lain-lain juga melakukan hal yang sama.  Jadi program ini benar-benar legal, dan Undana mendapatkan penugasan dari Mendikbud melalui Dirjen Dikti untuk bertanggung jawab atas program ini. Program ini harus dilaksanakan sampai selesai, terlepas dari hambatan-hambatan yang harus dihindari. Jadi isu penutupan kampus Undana dua Bajawa di Kabupaten Ngada ini tidak benar, karena program ini legal dari pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D saat memberikan kuliah umum  didepan 1000 mahasiswa kampus Undana 2  Bajawa di Gedung Ine Sine Kabupaten Ngada, Kamis, (3/4). Saat berkunjung ke Bajawa, Rektor, Fred Benu ditemani Pembantu Rektor III, Ir. Maximilian M.J. Kapa, M.Agr.Sc, Karoadum, Drs. S.A.F. Pandie, dan Karoadak PSI, Drs. Daud U.Z. Kamuri, M.Si, diterima secara adat oleh Bupati Ngada, Marianus Sae, S.Sos, Wakil Bupati, Drs. Paulus Soliwoa, Wakil Ketua DPRD Ngada, Paulinus No, Pengelola Prodi di Luar Domisili Kampus Undana 2 di Bajawa, Dra. F. Angela Nai, M.Si dan para Kepala SKPD dilingkungan Kabupaten Ngada. Sebelum acara dialog, rombongan Rektor di dampingi Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Ngada berkunjung ke dua lokasi lahan untuk pembangunan kampus seluas 25 Ha.

“Jadi kehadiran saya bersama jajaran pimpinan Undana di kampus ini membuktikan bahwa komitmen antara Undana bersama Pemerintah Kabupaten Ngada untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Kabupaten Ngada, dan kampus ini akan tetap berjalan normal. Dengan atribut pakaian adat, Paga dan Kalewang dari Kabupaten Ngada ini menunjukkan bahwa tidak boleh campakan kampus yang ada di Bajawa ini, tetapi harus bertanggung jawab atas keberhasilan kampus ini sampai selesai. Apapun resikonya, Rektor bersama jajaran pimpinan Undana akan bertanggung jawab hingga selesai. Apalagi Undana mendapat dukungan yang cukup kuat dari Pemerintah Kabupaten Ngada, sehingga kami menjadi berani untuk menghadapi tantangan ini adalah bagian dari komitmen untuk membangun pendidikan tinggi di Kabupaten Ngada ini,” kata Benu yang saat itu mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para mahasiswa dan dosen Undana yang hadir pada saat itu.

Rektor, Fred Benu pada kesempatan itu menjelaskan  kebijakan baru dari pusat tentang rasio dosen dan mahasiswa Undana di dua kampus ini. Ada sejumlah prodi di Undana yang rasio dosen dan mahasiswa yang tidak rasional. Idealnya rasio itu harus 1:30 untuk sosial, dan 1:20 untuk eksakta. Pada saat ini ada sejumlah prodi yang ada di kampus ini yang rasionya sudah tidak rasional lagi, bahkan ada prodi yang rasionya 1:80. Oleh karena itu, solusinya adalah jumlah dosen yang ada di kampus ini perlu diperbanyak, sehingga rasio dosen dan mahasiswa sama.

Karena itu, kata Benu, pada tahun ajaran baru  mendatang, kampus ini akan membuka prodi lain yang rasionya masih sangat rendah, seperti di Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian yang rasionya sekitar 1:7 dan 1:13. Kalau prodi-prodi ini dibuka pada tahun ini, maka akan sangat membantu Undana untuk merasionalkan prodi di kampus ini. Tetapi di dalam evaluasi nanti jika ada prodi seperti PGSD, PAUD, dan Penjaskesrek di FKIP yang memang sulit untuk menerima mahasiswa baru, dengan catatan seluruh mahasiswa yang sudah ada sekarang, pimpinan Undana harus bertanggung jawab sampai selesai, sambil menunggu proses rasionalisasi rasio antara dosen dan mahasiswa, setelah itu baru prodi ini boleh menerima mahasiswa baru.

Karena itu, pihaknya menyambut gembira atas tawaran Bupati bahwa ada sejumlah dosen dari kampus ini yang mau studi lanjut baik S2 maupun S3 yang akan dibiayai langsung oleh Pemerintah Kabupaten Ngada. Kami menyambut baik kebijakan dari Bupati Ngada, sehingga itu akan  membantu proses rasionalisasi rasio antara dosen dan mahasiswa.

Bupati Ngada, Marianus Sae, S.Sos, mengatakan, kehadiran Undana dua di Bajawa ini telah berusia satu tahun sekaligus menjawab rendahnya tingkat pendidikan di Kabupaten Ngada, khususnya pendidikan tinggi. Karena itu pihaknya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Rektor, Prof. Fred Benu atas kunjungannya di

Undana Gelar Rakor Bidang Perencanaan dan Keuangan

Universitas Nusa Cendana (Undana), kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Perencanaan dan Keuangan selama tiga hari yakni tanggal 28 hingga 30 Maret 2014 di Hotel Bahagia Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Rakor tersebut diawali dengan pemaparan materi Transparansi dan Akuntabilitas dengan tema “Membangun Pengendalian Intern Mencegah Korupsi Membangun Negeri” yang dibawakan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT, Sueb Cahyadi. Rakor kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, karena selain dihadiri Kepala Dinas PPO Kabupaten TTS, Aba Anin, SH, 23 unit kerja di lingkungan Undana, hadir pula tim ahli rektorat  seperti Prof.Dr. I Bagus Arjana, MS, Prof. Dr. August Benu, MS, Dr. Gomer Liufeto, M.Pd, dan Drs. M.J. Pella, M.Sc. Pihaknya menghadirkan tim ahli sebagai bagian dari kebijakan rektorat untuk melaksanakan aktivitas dan mendorong kinerja dan perencanaan maupun pelaksanaan program.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D dalam sambutannya mengatakan, Rakor tersebut

Tahun 2013 Temuan BPK 779 Kasus

Pemeriksaan keuangan selama semester pertama tahun 2013, Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI mendapat temuan sebanyak 779 kasus senilai Rp. 46,24 triliun merupakan temuan ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan. Selain itu, BPK juga menemukan sebanyak 4.589 kasus senilai Rp. 10,74 triliun merupakan temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, dan kekurangan penerimaan negara.

Hal itu disampaikan Ketua BPK RI, Drs. Hadi Poernomo, Ak dalam acara dialog terbuka dengan topik “Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Melalui CCTV Keuangan Negara” di Aula Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (27/3).

“Jadi dengan adanya temuan-temuan tersebut, menandakan bahwa pencapaian outcome juga tidak akan maksimal. Sebagai contoh, jika BPK menemukan mark up, dan kekurangan pekerjaan dalam

Undana Gelar Rakor Bidang Perencanaan dan Keuangan

Selama dua hari yakni tanggal 28 hingga 29 Maret 2014 di Hotel Bahagia Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana). Rakor tersebut akan dibuka oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D, dihadiri selain jajaran pimpinan Undana, juga akan dihadiri Bupati TTS, Ir Paul V.R. Mella bersama jajaran pimpinan SKPD yang lain.

“Jadi Rakor tersebut akan membahas sejumlah agenda penting mengenai anggaran tahun 2014 yang sedang berjalan, evaluasi anggaran tahun sebelumnya, dan rencana anggaran pelaksanaan tahun 2015, karena merupakan usaha-usaha dalam bentangan rintisan, pemantapan dan peningkatan yang berkelanjutan, bersinergi dan bermuara pada visi Undana. Untuk itu diperlukan sinkronisasi program antar unit kerja di lingkungan Undana sesuai program utama dalam Renstra Undana 2011-2015. Renstra tersebut merupakan dasar pijakan selama lima tahun dalam merangkai untaian kinerja sebagai penjabaran, pendewasaan, keberhasilan, dan kejayaan Undana yang mandiri dan unggul dalam tataran global,” jelas Kepala Biro Adm. Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) Undana, Drs. Daud U.Z. Kamuri, M.Si.

Dikatakannya, Rakor ini diharapkan berhasil merangkai benang merah jejak tapak Undana mengarah pada tahun 2025 dengan penuh percaya diri dan optimisme yang tinggi menjadikan Universitas Nusa Cendana sebagai Pusat Keunggulan

Kampanye Simpatik Untuk Pelajar dan Mahasiswa Undana

Suasana kemarin siang, Senin, (25/3) di Aula Undana sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena ruang aula dipenuhi dengan pelajar SMA dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS serta mahasiswa Undana kurang lebih seribu orang.

Kehadiran anak-anak bangsa ini guna mengikuti kampanye simpatik yang digelar oleh FISIP Undana bekerjasama dengan Ditjen Kesbangpol Kemendagri dengan topik “Rock The Vote”

Kampanye simpatik tersebut dihadiri perwakilan Ditjen Kesbangpol Kemendagri RI, Lutfi TMA, Rektor Undana, Prof. Fred Benu, Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI (Inf) Achmad Yuliarto, Kapolda NTT, Brigjen Polisi I, Ketut Untung Yoga Ana, Ketua DPRD NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man dan Keta KPU NTT, Drs. John Depa.

Rektor, Prof. Fred Benu ketika membuka acara tersebut meminta agar kalangan generasi muda memiliki tugas penting untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya secara benar. Artinya ajang sosialisasi ini sekedar mengingatkan kita untuk dapat

Isu Penutupan Prodi di Luar Dimisili di Kabupaten Ngada Tidak Benar

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,PhD, menaggapi beredarnya isu selama beberapa pekan terakhir di kalangan masyarakat Kabupaten Ngada di Bajawa tentang segala aktivitas mahasiswa kampus dua Undana di Bajawa, belakangan beredar isu bahwa Rektor, Fred Benu akan menutup prodi di luar domisili di Bajawa itu tidak benar.  Yang benar adalah Rektor Undana akan menutup sementara beberapa prodi di FKIP yang rasio mahasiswanya  tidak rasional.

“Jadi tahun ajaran baru ini, kami tidak akan menerima mahasiswa baru untuk tiga prodi di FKIP yang rasionya tidak rasional. Tiga prodi tersebut adalah Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD),  Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) dan Pendidikan Guru Kelas,” katanya dalam acara jumpa pers dengan wartawan media cetak, Minggu sore, (24/3) di ruang kerja Rektor lantai dua Undana Penfui.

Saya sebagai pimpinan universitas bersama dengan jajaran pimpinan di fakultas akan bertanggungjawab atas penyelenggaraan prodi di luar domisili di Ngada sampai menghasilkan sarjana. Pihaknya akan mendorong prodi yang rasionya masih memungkinkan untuk menerima mahasiswa baru, seperti  prodi di  Fapet, hampir

share this article on

FacebookLinkedinTwitter