Tingkatkan Kerjasama Bidang Pendidikan
02/12/2016
article thumbnail

Wakil Dubes Australia Beri Kuliah Umum di Undana DALAM rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan antara Australia dan Indonesia, maka Wakil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesi [ ... ]


BPK RI Audit Kinerja dan Keuangan Undana
28/11/2016
article thumbnail

BADAN Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) dijadwalkan akan mengaudit kinerja dan keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana) dari tanggal 28 November hingga 31 Desember 2016. Mengawali a [ ... ]


Artikel Lainnya

Tingkatkan Kerjasama Bidang Pendidikan

  • Wakil Dubes Australia Beri Kuliah Umum di Undana

DALAM rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan antara Australia dan Indonesia, maka Wakil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Dr. Justin Lee berkunjung ke Universitas Nusa Cendana (Undana). Dalam kunjungannya Dr, Justin pun memberi kuliah umum yang dipandu moderator, Prof. Dr. Simon Sabon Ola di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Kamis (1/12).

Dalam paparanya, ia mengungkapkan hubungan luar negeri antara Indonesia dan Australia sangat baik. Umumnya, kata dia, hubungan tersebut tidak hanya oleh kedua pemerintah, namun hubungan baik antara masyarakat dua negara tersebut. “Jadi isu-isunya tidak terlalu rumit. Misalnya ada  satu juta wisatawan Australia yang datang ke Indonesia setiap tahun, begitupun dengan Indonesia yang ke Australia sebanyak 30 ribu orang,” ungkapnya. Ia mengatakan, cita-cita pemerintah Australia dan Indonesia pada umumnya sama, yaitu ingin makmur dan stabil, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya maupun pendidikan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Dr. Justin, kini sudah berada pada urutan 13 hingga 15 dunia . Hal tersebut sangat didukung dengan pekerjaan dan tingkat ekonomi masyarakat. Bidang kerjasama lainnya, kata Lee adalah menjaga lingkungan hidup, menanggapi perubahan iklim dan mengatasi

BPK RI Audit Kinerja dan Keuangan Undana

BADAN Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) dijadwalkan akan mengaudit kinerja dan keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana) dari tanggal 28 November hingga 31 Desember 2016. Mengawali audit tersebut, Tim BPK RI yang dipimpin Riadmoko Sad Gentur dan tiga anggota lainnya, yaitu Dewa Ayu Rieva Intan Iim Surya Pinanto dan Fuad Arif Budiyanto menggelar “entry meting” (rapat pembukaan) dengan Undana di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana Penfui, Senin (28/11).

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D dalam arahannya menyebut, selama ini Undana belum pernah mendapat kesempatan audit oleh tim BPK maupun BPKP. Kesempatan tersebut, bagi Prof. Benu sangat berarti bagi Undana untuk menjaga dan mengantisipasi penggunaan keuangan negara di Undana. Ia meminta, dalam melaksanakan tugas pemerikasaan keuangan di Undana, semua pihak bisa bersifat kooperatif memberikan semua dokumen keuangan. “Untuk membantu pelaksanaan audit di Undana, maka tim BPK akan ditemani tim Satuan Pengawas Internal (SPI), karena SPI telah membagi jadwal dan

12 Dokter Hewan Baru Undana Dilantik

SEBANYAK 12 Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) dilantik dan diambil sumpah dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Supah Dokter Hewan FKH, Undana yang digelar di ruang aula lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Rabu (23/11). Kedua belas dokter hewan yang dilantik tersebut, adalah drh. Robynson Y. Dimu, S.KH, drh. Ricky M. L.Sine, S.KH, dr. Ratni Manuk, S.KH, drh. Thedyastry Pandie, S.KH, drh. George Marthienzo do Hage, S.KH, drh, Maria Laurenci F. P. Kale, S.KH, drh. Marcyne Shintyamy Noya, S.KH, drh, Donny R.R. Padji, S.KM, drh. Dwielma Cristin Nubatonis, S.KH, drh. Adonia Ibma Ibu, S.KH, drh. Prima Haba Ora, S.KH, drh. Consalesius A. Ngangguk, S.KH.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas pelantikan dan pengambilan sumpah ke-12 orang dokter hewan tersebut. Ia menyebut, raihan tersebut lahir dari adanya komitmen dan perjuangan para dokter hewan baru.  Kehadiran FKH, katanya, telah turut mencoraki perkembangan Undana, sehingga perhatian dan dukungan untuk menyediakan fakultas tersebut terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan mendirikan klinik hewan. “Dan pada tahun depan kita akan mendirikan klinik yang lebih representatif bagi FKH,” katanya. Bahkan, lanjut Prof. Benu, berdasarkan saran dari sesepuh dan pendiri FKH, Prof. Ir. Frans Umbu Data, maka Undana

Unud Sosialisasikan PPs di Undana

Universitas Udayana (Unud) Denpasar-Bali mensosialisasikan Program Pascasarjana (PPs) di Universitas Nusa Cendana (Undana). Sosialisasi tersebut dilakukan menindaklanjuti kerjasama bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian pada masyarakat antara Unud dengan Undana maupun  dengan beberapa universitas lainnya di Indonesia . “Unud sangat membuka diri bagi tenaga dosen yang ada di Undana yang ingin melanjutkan studi magister maupun doktoral di Unud,” ujar Prof. Dr. Ir.  I Gede Mahardika, MS ketika mensosialisasikan PPs Unud di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat, Undana, Selasa (22/11).

Ia mengawali dengan memperkenalkan visi dan misi Unud. Ia juga menjelaskan, saat ini Unud memiliki  25 program magister dan  10 program doktor. 25 program magister tersebut, adalah Program Magister Linguistik (SK. 431/Dikti/Kep/1992), Program Magister Kajian Budaya (SK. 46/Dikti/Kep/1995), Program Magister Ergonomi-Fisiologi Kerja (SK. 402/Dikti/Kep/1995), Program Magister Fisiologi Olahraga (SK. 403/Dikti/Kep/1995), Program Magister Ilmu Hukum (SK. 71/Dikti/Kep/1997), Program Magister Managemen (SK. 372/Dikti/Kep/1998), Program Magister Bioteknologi Pertanian (SK. 187/Dikti/Kep/1999), Program Magister Pertanian Lahan Kering (SK. 188/Dikti/Kep/1999), Program Magister Biomedik (SK. 247/Dikti/Kep/1999), Program Magister Kajian Pariwisata (SK. 151/D/T/2001), Program Magister Ilmu Ekonomi (SK. 1809/D/T/2001), Program Magister Ilmu Lingkungan (SK. 1866/D/T/2001), Program Magister

Tahun 2017 Dana Desa Naik 60 Trililiun

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, selaras dengan Nawacita Presiden, Joko Widodo, khususnya cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa dalam kerangka negara kesatuan, pemerintah berkomitmen mengawal implementasi UU Desa secara sistem, konsisten dan berkelanjutan untuk mencapai Desa yang maju, kuat dan demokratis. Oleh karena itu tahun 2017, pemerintah akan menaikkan dana Desa sebesar 60 Triliun, tahun sebelumnya hanya 40,98 Triliun. “Jadi saya minta agar seluruh praktisi Humas perguruan tinggi negeri, pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia dapat menyampaikan kebijakan pemerintah kepada wartawan media massa supaya dapat ketahui oleh publik. Humas seluruh Indonesia,  supaya dapat membantu pemerintah dalam mendistribusikan informasi melalui media massa supaya dapat diketahui oleh masyarakat yang berada dipinggiran kota sekalipun,” kata Eko Putro yang tampil sebagai keynote speaker dalam acara temu Bakohumas dan komunitas tingkat nasional tahun 2016 di  Haris Hotel & Convention Festival CityLink 17 November lalu di Bandung seperti dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Humas Undana, David Sir, S.Sos.,M.Hum.

Menteri Eko menambahkan, dana Desa dapat digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan,

Tingkatkan Kecerdasan Mahasiswa Faperta Undana

  • Melalui Kegiatan Minat dan Bakat-LKTM

DALAM rangka meningkatkan kecerdasan mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana), baik itu kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, maupun sosial, maka panitia pelaksana menggelar Kegiatan Minat dan Bakat serta Kegiatan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Faperta, Undana. Demikian disampaikan Dekan Faperta Undana, Dr. Damianus Adar, M.Ec ketika membuka dua kegiatan tersebut di pelataran Kantor Faperta, Jumat (18/11).

Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengikuti perlombaan tarian ja’i. “Dengan perlombaan tarian ja’i yang melibatkan mahasiswa tersebut akan membina kecerdasaan mahasiswa, baik itu kecersaran intelektual, emosional, spiritual dan sosial,” katanya. Selain itu, kata Dr. Adar, tarian ja’i tersebut dilakukan agar meningkatkan tali silahturahmi, kebersamaan, dan rasa persaudaraan diantara sesama mahasiswa maupun dosen di Faperta.

Untuk itu, ia berharap agar tahun depan, pelaksanaan kegiatan tersebut bisa menambah aneka lomba. “Jadi tahun depan kita harapkan panitia bisa menambah mata lomba, sehingga tarian-tarian dari setiap derah di NTT bisa dilombakan,” katanya. Dengan begitu, aneka seni dan budaya di NTT bisa

Mahasiswa Undana Diminta Siap Hadapi MEA

MAHASISWA Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta agar siap menghadapi pasar bebas Masyarakata Ekonomi Asean (MEA) yang telah bergulir sejak tahun 2015 lalu. Kesiapan tersebut dapat dilakukan dengan meningktkan daya saing dalam bidang pengetahuan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan jenis profesi dan pekerjaan yang dibutuhkan dalam MEA. Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Direktur Jendral (Sekdirjen) Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Asharyadi ketika memberikan kuliah umum dengan tema “Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Memanfaatkan Peluang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat, Kampus Undana, Kamis (17/11).

Delapan jenis profesi atau pekerjaan dalam MEA, jelas Asharyani, yaitu insinyur, arsitek, tenaga profesional pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi media, dan perawat. Ia mengatakan, kehadiran MEA bukan untuk dihindari, tetapi bagaimana kesiapan seluruh komponen bangsa, terutama masyarakat maupun civitas akademika untuk menghadapi MEA. “MEA bukan untuk dihindari, tetapi untuk bersaing secara sehat,” katanya. Ia menambahkan, beberapa pilar MEA, diantaranya adalah: Pertama, MEA bukan pasar tunggal yang kaku, tetapi MEA

Dosen Undana Diminta Tunjukkan Kualitas Mengajar

DOSEN Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta agar menunjukkan kualitas mengajar dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial di hadapan para mahasiswa di kelas. Pasalnya, kualitas mahasiswa sangat ditentukan oleh kualitas mengajar dosen di depan kelas. Permintaan tersebut disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika memberikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approcach (AA) bagi Dosen PNS dan Kontrak Undana di Hotel T-More Kupang, Senin (14/11).

Ia mengaku tidak meragukan kualitas dosen Undana, namun tidak ada yang bisa menjamin kualitas seorang dosen ketika berada di depan kelas, khususnya para dosen kontrak Undana. “Jumlah dosen baru  (kontrak) sangat banyak, tetapi kita rekrut tanpa mengontrok kualitas. Tidak ada yang beri jaminan ketika dosen berdiri di depan kelas,” katanya. “Bukan kita klaim dosen tidak punya kualitas tetapi tidak ada yang bisa meyakinkan performa mereka,” tambah Prof. Benu.

Page 1 of 40

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »