Kembangkan Cara Berbagi Informasi Hama Tanaman
26/09/2016
article thumbnail

 LLTLKK  Undana Bakal Dilengkapi Remote Diagnostic DALAM rangka mengembangkan sebuah cara baru dalam membagi informasi tentang hama tanaman, serta menyediakan alat diagnosis, UPT Laboratorium Lap [ ... ]


Exel Fanggidae, Terancam Dikeluarkan Dari Undana
20/09/2016
article thumbnail

MAHASISWA semester I Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Tekik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), Exel Fanggidae terancam akan dikeluarkan dari statusnya sebagai mahasiswa, menyusul adanya  [ ... ]


Artikel Lainnya

Kembangkan Cara Berbagi Informasi Hama Tanaman

 LLTLKK  Undana Bakal Dilengkapi Remote Diagnostic

DALAM rangka mengembangkan sebuah cara baru dalam membagi informasi tentang hama tanaman, serta menyediakan alat diagnosis, UPT Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK) Undana akan dilengkapi dengan alat, remote diagnostic. Demikian disampaikan Plant Biosecurity Toolbox Project Leader, Dr. Gary Kong ketika memberi kuliah umum dengan tema Remote Diagnostic in Indonesia di ruang teater lantai tiga Undana Penfui, Kamis (22/9).

Ia menjelaskan, dengan menggunakan peralatan mikroskop serta bantuan internet, seperti skype, dapat menolong para petani maupun peneilti dalam mengakses informasi, terutama mengidentifikasi hama penyakit kemudian membuat keputusan dalam mengatasi hama tersebut. Ia mengatakan, petani dan peneliti bisa menggunakan handpone atau kamera yang telah dilengkapi dengan internet bisa digunakan untuk mengakses gambar dari tanaman, sehingga memudahkan penyebaran informasi. Dikatakannya, Indonesia terdiri dari daerah kepulauan, sehingga jarak antar satu pulau dengan lainnya sangat jauh, atau areal pertanian yang jauh dari permukiman, sehingga alat tersebut tepat digunakan di Indonesia, termasuk NTT. Untuk itu, dengan penggunaan mikroskop

Exel Fanggidae, Terancam Dikeluarkan Dari Undana

MAHASISWA semester I Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Tekik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), Exel Fanggidae terancam akan dikeluarkan dari statusnya sebagai mahasiswa, menyusul adanya aksi konfoi motor dengan membunyikan klakson motor dan “ugal-ugalan” dijalan dibawah pimpinan dirinya di dalam lingkungan Undana. Keributan tersebut bermula ketika, Exel mengomandoi sekitar 30-mahasiswa dari jurusan itu untuk ikut bersamanya dalam konfoi motor, usai mengikuti kuliah pada sore hari, sekitar pukul 16.00 Wita, Senin (19/9). Tak disangka, aksi konfoi tersebut diketahui oleh Rektor, Prof. Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D yang pada saat itu tidak dengan sengaja memantau UPT. Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK). Tak terima dengan aksi ‘nakal’ tersebut, sang Rektor kemudian mengejar gerombolan konfoi untuk menghentikan aksi tak terpuji itu.

Pasalnya, aksi tersebut sangat gaduh dan menganggu kenyamanan aktivitas perkuliahan di kampus, terutama di sekitar Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politk, Fakultas Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selasa (20/9), sekitar pukul 10.00 Wita, sejumlah mahasiswa konfoi tersebut berhasil dikumpulkan oleh Satuan Pengaman Kampus (SPK) di ruang aula lantai tiga rektorat

Tingkat Pendidikan Bukan Jaminan Kualitas Bahasa Inggris

 Rektor Buka Program ELTA ke-VII NTT

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D menegaskan, kualitas berbahasa Inggris tidak ditentukan dari tingginya tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang. Namun kualitas berbahasa Inggris yang baik ditentukan dari praktik setiap hari. “Jadi tingkat pendidikan yang tinggi  tidak menjadi jaminan seseorang fasih berbahasa Inggris, namun kualitas bahasa Inggris ditentukan dari praktik yang dilakukan setiap hari,” tegas Prof. Fred Benu ketika memberi sambutan sekaligus membuka Program English Language Training Assistance (ELTA) ke-VII Provinsi Nusa Tenggara Timur (TT) di Audiotorium UPT. Pusat Bahasa Undana, Senin (19/9).

Untuk itu, ia mengajak 30 peserta ELTA NTT yang hadir pada saat itu agar selalu meningkatkan kualitas berbahasa Inggris dengan berlatih setiap saat. Prof. Benu mencontohkan, ia selalu berbahasa Inggris dengan siapapun dan dimana saja, khususnya bila berada di kampus, ia selalu berbahasa Inggris dengan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, Ir. I Wayan Mudita, Ph.D.  Ia sangat mendukung ELTA NTT, dimana Undana dipercayakan menjadi universitas

Lahan Kering Pertanian Atasi Rawan Pangan

PROVINSI Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki luas lahan kering sebesar 1.528.308 diyakini merupakan berkat dari Tuhan yang bisa dimanfaatkan dengan baik guna mengatasi kerawanan pangan di NTT. Lahan kering di NTT memiliki sumber pangan yang memiliki kandung gizi yang tidak kalah dibanding beras, yakni jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, kelor, labu, kemangi dan lainnya. Hal itu disampaikan Rektor, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D ketika menyampaikan materi pada seminar nasional dengan tema “Strategi Pengembangan Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan Dalam Mengatasi Kerawanan Pangan” di lantai tiga gedung Rektorat Undana Penfui, Kamis, (15/9).

Dalam materinya dengan judul “Lahan Kering, Ketahanan Pangan dan Pengembangan Agribisnis’, Rektor, Fred Benu megatakan, Indonesia memiliki potensi lahan usaha yang cukup besar sekitar 73,4 hektar. Dari luas tersebut, katanya, 10,5 persen merupakan lahan dengan berpengairan teknis dan selebihnya merupakan lahan tidak berpengairan teknis. Dari potensi lahan tidak berpengairan teknis tersebut, 14,9 persen hektar area diperuntukkan bagi budidaya tanaman pangan, perkebunanan dan perladangan berpindah. 19,6 ha untuk budidaya tanaman keras 5,6

PSM Undana Sabet Medali Emas Kategori Gospel dan Negro

Undana Direncanakan jadi “Host” Pesparawi ke-XV

PADUAN Suara Mahasiswa (PSM) Bella Cantare Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil menyabet medali emas kategori Gospel dan Negro pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV mahasiswa di Kota Medan, Sumatera Utara yang dihelat dari tanggal 5-7 September lalu. Medali tersebut diperoleh setela PSM Bella Cantare membawakan lagu dengan judul “I get a way Jordan” dan Halelluyah Soulfull.

Dosen pendamping PSM Bella Kantare, drh. Yohanes Simarmata, M.Sc ketika bertemu Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu di ruang kerja rektor, Rabu (14/9) menjelaskan, Undana dan Universitas Cendrawasih diminta Kemenristek Dikti agar menjadi tuan rumah di ajang dua tahunan ini. Mengaggapi hal tersebut, Rektor, Prof. Benu meminta kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon S. Ola dan tim pendamping PSM Bella Cantare agar dalam waktu dekat ini melakukan telaah terhadap ketersediaan fasilitas maupun anggaran. “Bila ingin jadi tuan rumah, maka terlebih dahulu harus kita telaah kesiapan kita dari sisi fasilitas maupun anggaran,” katanya. Ia mengapresiasi perjuangan PSM Bella Cantare yang telah membawa pulang medali emas dan

PPs Linguistik Undana Gelar Seminar Internasional

 Tentang Bahasa, Budaya dan Masyarakat

PROGRAM Pascasarjana (PPs) Linguistik Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (9/9) menggelar seminar internasional dengan topik : “Bahasa Budaya dan Masyarakat”. Beberapa pemateri dalam dan luar negeri dihadirkan dalam seminar itu, antara lain Jheroem Willemson (Universitas Amsterdam),Prof. Dr. Felicia N. Utorodewi, Prof. Aron Mbete (Undayana Bali) Dr. Benny K. Harman (Politikus/Pemerhati Bahasa),

Dr. Benny K. Harman dalam paparannya tentang kekterkaitan kekuasaan dan bahasa menegaskan, bahasa dan kekuasaan sangat berkaitan erat. Pasalnya, bahasa memiliki peran penting dalam kekuasaan. Namun, katanya, terkadang orang-orang yang mendominasi suatu bahasa menggunakan bahasa untuk mengintimidasi orang yang tak mendominasi bahasa. Ia menegaskan, sebetulnya, bahasa digunakan untuk kekuasaan yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Dr. Felicia N. Utorodewi dalam materinya tentang bahasa menegaskan, Indonesia kini menghadapi masalah pelik terkait ketahanan bahasa. Ia mengatakan, Indonesia memiliki 719 bahasa atau dialek daerah, namun berdasarkan perkembangan, tidak semuanya dapat dipertahankan oleh penuturnya. Untuk itu,

Undana Terpilih dalam Buku Direktori 100 PT

© Disiapkan Litbang Kompas Tahun 2017

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) merupakan salah satu dari 100 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang terpilih untuk masuk dalam buku “Direktori 100 Perguruan Tinggi di Indonesia”. Universitas Nusa Cendana yang dihubungi Kompas merupakan salah satu dari 100 perguruan tingggi di Indonesia yang terpilih untuk masuk dalam buku Direktori 100 Perguruan Tinggi di Indonesia yang disiapkan oleh Litbang Kompas,”  kata Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Harian Kompas, Anung Wendyartaka ketika diterima  Humas Ahli Madya  Undana, David Sir, S.Sos., M.Hum di ruang kerja Humas lantai tiga Undana Penfui, Rabu (9/9).

Ia mengatakan, penerbitan buku tersebut untuk menyajikan informasi terlengkap, terbaru, dan akurat mengenai Undana, kepada masyarakat luas, khsusnya kepada para calon mahasiswa baru yang ingin memlilih program studi (Prodi) di lingkungan Undana untuk mengikuti kuliah di PT. Karena itu, Anung berharap kesediaan dan bantuan dari pimpinan universitas maupun staf agar menyediakan data Undana guna kepentingan publikasi buku tersebut. “Kami mengharapkan kesediaan dan bantuan dari bapak/ibu pimpinan universitas, fakultas, lembaga,

Kuliah Perdana Mahasiswa PPs Undana

© Siap Beri Pelayanan Terbaik

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) siap memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) tahun akademik 2016/2017. Pasalnya, Undana merupakan salah satu Universitas di kawasan Indonesia Timur yang kini berkomitmen menunjukkan pelayanan terbaik, salah satunya melalui keunggulan kompatratif-lahan kering kepulauan kepada masyarakat dunia yang ingin belajar tentang pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata, maupun masalah pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, sosial, politik serta budaya di lahan kering kepulauan.“Jadi semua orang yang ingin belajar tentang pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, maupun masalah pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, sosial, politik, serta budaya lahan kering kepulauan, maka datang dan belajar di Undana. Jadi kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa baru PPs Undana,” tandas Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika menyampaikan pokok-pokok pikiran pada kuliah perdana bagi  312 mahasiswa baru PPs di Aula lantai tiga gedung Rektorat Undana, Senin (5/9).

Menurut Benu, isu lahan kering kepulauan sejalan dengan adanya Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang telah ditetapkan sejak tahun 1982. Dan, kini melalui konsorsium tiga Negara, yakni Indonesia, Australia dan Negara Demokratik Timor Leste (RDTL), masing-masing universitas di setiap tiga Negara, telah

Page 1 of 36

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »