ASN Harus Melayani Bukan Dilayani
22/07/2016
article thumbnail

 Undana Gelar Bimtek
APARATUR Sipil Negara (ASN) dituntut agar bisa melayani publik dengan baik, bukan menuntut agar dilayani oleh publik, khsusnya ASN di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Unda [ ... ]


5.165 CAMA UNDANA SIAP MENGIKUTI UJIAN JALUR MANDIRI
20/07/2016
article thumbnail

Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. David B.W. Pandie,MS mengatakan, pendaftaran mahasiswa baru Undana  yang dilakukan melalui oneline untuk Jalur Mandiri Kupang se [ ... ]


Artikel Lainnya

ASN Harus Melayani Bukan Dilayani

 Undana Gelar Bimtek


APARATUR Sipil Negara (ASN) dituntut agar bisa melayani publik dengan baik, bukan menuntut agar dilayani oleh publik, khsusnya ASN di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana). Pelayanan yang dilakukan ASN pada umumnya kepada masyarakat dan khususnya kepada mahasiswa Undana. Permintaan ini disampaikan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum ketika menyampaikan sambutan sekaligus membuka Workshop Bimbingan Teknis (Bimtek) “Teknik Penyusunan Evaluasi Jabatan, Standar Operasional Prosedur dan Standar Pelayanan Publik” yang digelar, Jumat hingga Sabtu (22-23/7) di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Penfui.

Prof. Simon Ola menegaskan, teknik penyusunan Standar Operasional Prosedur, Penyusunan Evaluasi Jabatan dan Standar Pelayanan Publik merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Ketiga tema tersebut, katanya, harus berorientasi pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Dikatakannya, ketiga tema tersebut dilaksanakan dibawah payung reformasi yang telah lama dijalankan di Indonesia. “Kata reformasi sudah

5.165 CAMA UNDANA SIAP MENGIKUTI UJIAN JALUR MANDIRI

Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. David B.W. Pandie,MS mengatakan, pendaftaran mahasiswa baru Undana  yang dilakukan melalui oneline untuk Jalur Mandiri Kupang sejak tanggal 11 hingga 19 Juli dan Jalur Mandiri Kabupaten Ngada dan Kabupaten Sumba Barat Daya, 23 Juni hingga 19 Juli 2016 telah ditutup (Selasa, 19/7-2016, Pukul 12.oo WITA). Data dari panitia Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU), tercatat 5.165 orang, dirinci untuk lokasi Bajawa 490 orang, Sumba Barat Daya 714 orang, lokasi Kupang 3.751 orang, dan kelas sore untuk lokasi Kupang sebanyak 210 orang. “Jadi jumlah 5.165 calon mahasiswa (cama) baru Undana  tersebut siap mengikuti ujian mandiri yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 26 Juli 2016 mendatang  di tiga lokasi yang berbeda. Jumlah tersebut akan memperebutkan koata mandiri sebanyak 2.275 orang,” kata Pandie.

Doktor David Pandie menambahkan, para calon mahasiswa tersebut akan mengikuti ujian tulis di 240 ruangan yang telah disiapkan oleh panitia. Semua ruangan ini dipersiapkan khusus di lokasi Kupang berada dalam kompleks Undana yaitu ruang ujian yang ada di sebelas fakultas ditambah ruangan lantai satu dan dua gedung Pascasarjana Undana, dengan melibatkan dosen dan tenaga kependidikan sebagai pengawas sekitar 256 orang. Sedangkan untuk lokasi ujian

Dosen Harus Bisa Bersaing Menulis Proposal Penelitian

REKTOR Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan ‘road show’ (mengunjungi) ke 11 fakultas yang ada di lingkungan Undana,  untuk memberikan dukungan kepada para dosen agar bisa bersaing membuat proposal penelitian. Pernyataan ini disampaikan Rektor, Prof. Fred Benu ketika menjadi narasumber dalam Pelatihan Metodologi Penelitian dan Review Penelitian di ruang aula lantai dua  Lembaga Penelitian (Lemlit) Undana Penfui, Selasa (19/7).

Selain membuat penelitian, papar Prof. Benu, para dosen pun harus melakukan pengabdian kepada masyarakat, karena sesuai dengan  Undang-Undang tentang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2004, Pasal 20 UU tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, dan Pasal 45 dan 46 UU tentang  Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Karena itu, ia meminta kepada para dosen agar tidak boleh takut bersaing untuk mengajukan proposal penelitian. “Kita semua harus bersaing mengajukan proposal penelitian, entah  di-approve (setujui) atau tidak, tetapi dosen harus bersaing mengajukan proposal penelitian kepada Lemlit,” tandasnya. Rektor, Fred Benu

Program BIPA Undana Ditutup

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu., M.Si., Ph.D resmi menutup program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Jumat (15/7) di ruang aula lantai dua Gedung Bioscience, Undana, Penfui. Acara tersebut dihadiri 20 mahasiswa program BIPA asal Universitas Tasmania, Universitas Sunshine Coast-Queensland, University New England, Armidale, Australian National University dan Charles Darwin University.

Acara tersebut juga dihadiri para instruktur dari masing-masing level, yakni; Fenny Mandaru dan Herlina Klemens (level satu), Yuli Kopong dan Leny Suek (Level dua), Dewi Bili Bora dan Novriani Manafe (level tiga), Reny Bani Bili dan Selfi Mbadi (level empat), Nita Liwulangi dan Grasia Otta (level lima) serta Hendik Jahane dan Ivon Ludji (level enam).

Dalam sambutannya, Rektor, Prof. Benu menyampaikan terima kasih atas kehadiran para mahasiswa dalam mengikuti program BIPA tahun 2016. Ia berharap, apa yang telah dilakukan selama satu bulan di NTT, khsusnya di Undana, bisa menambah wawasan dan pengatahuan, serta pengalaman yang baik. Menariknya, kata Benu, bila para peserta program BIPA tersebut ingin kembali mengikuti program tersebut pada tahun-tahun mendatang, maka para

Kemendagri Batalkan 3.143 Perda di Indonesia

  DPD RI Gelar FGD di Undana

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi membatalkan 3.143 Peraturan Daerah (perda) di Indonesia. Banyak kalangan menilai Kemendagri sangat terburu-buru membatalkan perda-perda tersebut tanpa kajian mendasar, terutama dari sisi politik, hukum maupun ekonomi. Diperkirakan pembuatan satu perda bisa menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 300 juta. Dengan demikain, maka total APBD seluruh Indonesia yang telah dihabiskan adalah senilai Rp 942.900.000.000. Di dalamnya, APBD NTT pun dipastikan telah “mubazir” bahkan hilang senilai Rp 13. 500.000.000 menyusul 45 perda di NTT pun turut dibatalkan Kemendagri. Hal ini terkuak ketika Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR-RI) bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (14/7) menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema “Advokasi Eksaminasi Terhadap Pembatalan Peraturan Daerah oleh

Undana Jalin Kerjasama dengan Kemenkeu RI

Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi melakukan kerjasama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh dua pihak masing-masing Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D (Rektor Undana) dan Sumiyati, Ak., M.F.M (Kaban Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu RI). Penandatanganan tersebut dilaksanakan di aula lantai tiga gedung Rektorat Undana Penfui, Kamis (14/7) disaksikan para Pembantu Rektor, Dekan, Ketua Lembaga dan sejumlah pejabat  Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenkeu.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fred Benu dalam sambutannya menyambut baik adanya kerjasama tersebut. Ia menilai kerja sama tersebut sangat baik dan bermanfaat bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia, khsusnya di bidang pengelolaan keuangan, tidak saja bagi mahasiswa, dosen dan pegawai Undana, namun pada umumnya bagi masyarakat dan pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, hal tersebut sangat penting karena kini Pemerintah Desa mendapat kucuran dana dari Pemerintah Pusat (Pempus) senilai Rp 1 hingga 2 Miliar. Bahkan, menurut Prof. Benu,

17 Pejabat Undana Dilantik

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph.D melantik 17 pejabat di lingkungan Undana. Acara pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat  tersebut dilaksanakan di ruang  rektorat lantai tiga Undana Penfui, Rabu (13/7). Mereka adalah Prof. Dr Tans Feliks, M.Ed.,Ph.D (Ketua Program Studi Ilmu Linguistik Program Pascasarjana), Prof. Ir. Herianus J. D.Lalel,M.Si.,Ph.D (Kepala International Relation Office/IRO Biro Administrasi Umum dan Keuangan/BAUK), Dr. Ir. Arnol E. Manu, MP, Bidang Akademik, Ir. Jalaludin, M.Si, dan Ir. Aloysius Marawali,M.Si, masing-masing sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan pada Fakultas Peternakan (Fapet) Undana.

Selanjutnya, Dr. Blajan Konradus, MA, Drs. Abas Kasim, M.Si, dan Drs. Yohanis Ndoda, M.Si, masing-masing sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, dan Pembatu Dekan Bidang Kemahasiswaan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana. Drs.Seprianus Suban Garak, M.Sc, Drs. Markus U. K. Yewang, MM, dan Drs.Melkisedek Taneo, M.Si, masing-masing sebagai Pembantu Dekan

Dua SMKN di Matim ke Undana

 Utus 125 Pelajar Ikut Prakerin di Faperta

Sebanyak 125 pelajar kelas XII Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dari dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Manggarai Timur (Matim) yakni SMKN Poco Ranaka dan SMKN 1 Sambi Rampas diutus ke Fakultas Pertanian (Faperta) dan Program Studi (Prodi) Kehutanan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di Faperta Undana tersebut. Pelajar tersebut akan dilatih dan dibekali dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pertanian selama tiga bulan (Juli-September 2016) di Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan Undana yang telah diresmikan 15 April lalu.

Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Damianus Adar, M. Ec ketika memberikan sambutan saat menerima para siswa siswi tersebut di Aula Faperta, Selasa (12/7) mengatakan rasa gembira dengan kehadiran para pelajar tersebut untuk mengikuti Prakerin di Undana. Ia mengatakan, kehadiran para pelajar tersebut bukan sebuah kebetulan, namun karena campur tangan Tuhan, agar para pelajar bisa memperoleh sejumlah pengetahuan dan teknologi tentang pertanian dan industri pertanian di Undana.

Ia sangat menyayangkan, kini hampir 80 persen penduduk di dunia yang menganggap pekerjaan petani di bidang pertanian sangat kotor dan tidak bermartabat. Namun demikian, tegasnya, sumber kesehatan dan kehidupan umumnya berasal dari pertanian. Ia mengatakan, kualitas generasi bangsa ada di bidang

Page 1 of 33

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »