Polling
Login Berita
Selasa, 19 Mei 2009, 14:51 WIB Rp 1 M Untuk Wirausaha Mahasiswa Undana Laporan Alfred Dama
KUPANG, PK -- Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mendapat alokasi dana Rp 1 miliar untuk Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Undana. Dana tersebut akan digunakan untuk pembinaan dan modal usaha kewirausahaan di Undana. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Universitas Nusa Cendana), Os Eoh, S.H di Kampus Undana belum lama ini menjelaskan, PMW merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti)-Departemen Pendidikan Nasional untuk melatih kemandirian mahasiswa dalam berwirausaha. Untuk mendukung program itu, Dikti memberikan bantuan dana kepada 82 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 18 Kopretis untuk kegiatan wirausaha. Bantuan itu, katanya diberikan kepada PTN Badan Hukum Milik Negara (BHMN) masing-masing Rp 2 miliar, PTN non BHMN Rp 1 miliar, dan Politeknik Rp 500 juta. Menurutnya, Undana masuk dalam kelompok PTN non BHMN sehingga mendapat dana Rp 1 miliar. Dijelaskannya, dana tersebut akan digunakan untuk modal usaha sebesar Rp 700 juta, operasional dan pelatihan Rp 300 juta. Dijelaskannya, untuk memperoleh dana tersebut, mahasiswa Undana harus bisa membuat usaha, baik secara kelompok maupun perorangan. Secara kelompok jumlahnya antara tiga hingga lima orang, bisa mendapat hingga Rp 40 juta, sementara perorangan bisa mendapat hingga Rp 8 juta. Terkait dengan kegiatan tersebut, Umbu Datta mengatakan, Undana bekerja sama dengan mitra usaha, antara lain Bank Tabungan Negara (BTN) yang akan memberikan pelatihan teknik tentang kewirausahaan kepada para mahasiswa. Di tempat yang sama Iwan Suherlan dari BTN menjelaskan, kelemahan pengajuan proposal kredit usaha kecil di Kupang saat ini adalah manajemen dan administrasi. Untuk itu, pihak BTN akan membantu memberikan pelatihan tentang manajemen dan pembuatan proposal serta kelengkapan lain dalam memanfaatkan pelayanan bank khususnya di Bank BTN. (*) Sosialiasi kepada Mahasiswa SOSIALISASI Program Mahasiswa Wirausaha sudah dimulai di Kampus Undana pada Jumat (8/5/2009) lalu. Sosialisasi diawali dengan konser musik di depan Kampus Undana. Rektor Umbu Datta menjelaskan, di NTT saat ini baru sekitar 0,5 penduduk yang melakukan usaha ekonomi sektor riil, padahal untuk menggerakkan ekonomi di NTT diperlukan paling tidak 10 persen pengusaha sektor riil. Melihat kenyataan ini, kata Umbu Datta, Undana ingin menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan pengggerak ekonomi khususnya sektor riil. Dijelaskannya, kewirausahaan yang ingin dikembangkan di Undana dan akan menjadi salah satu unit produksi barang dan jasa, pertama adalah bengkel otomotif. Menurutnya, dalam waktu dekat akan dibuka bengkel otomotif yang dikelola oleh mahasiswa yang mengikuti program ini. Untuk mendukung kegiatan bengkel tersebut, lanjutnya, akan dibuka juga toko yang menjual suku cadang sepeda motor. "Di Undana ada sekitar 5.000 sepeda motor milik mahasiswa. Bila sekitar 2.000 saja yang memanfaatkan fasilitas ini, maka usaha ini akan memberi dampak yang positif bagi pengelola," katanya. Dijelaskannya, beberapa unit usaha akan dibuka di tingkat fakultas, antara lain di fakultas peternakan akan dibuka unit usaha rumah potong mini yang akan menghasilkan daging segar, daging se'i, daging bakso dan ikan pindang. Di tingkat fakultas pertanian akan dibuka unit usaha pengelolaan makanan ringan dari tumbu-tumbuhan. Masih ada pula unit usaha lainnya. "Mahasiswa dari ilmu-ilmu sosial bisa bergabung dengan unit- unit usaha di Fakultas Peternakan atau Fakultas Pertanian," jelasnya. Sebelumnya, pihak BTN menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan program wirausaha Undana ini. Menurut pejabat dari Bank BTN, Iwan Suherlan, BTN memiliki program kepedulian sosial dan lingkungan. Salah satu program tersebut adalah bantuan dana untuk Undana. "Sebelumnya, kita juga sudah membantu pembangunan gereja di Oekabiti dan sejumlah masjid," kata Suherlan. (*)
Copyright © 2009. Universitas Nusa Cendana. All Rights Reserved.
|