Research and Community Development

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurikulum


PELATIHAN PENERAPAN STARTEGI PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) BERBASIS KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)


 

Pendahuluan
Undana telah memiliki naskah akademik tahun 2010 sebagai standard operational procedures (SOP) pelaksanaan pembelajaran. Prinsip pembelajaran yang dikehendaki dalam naskah akademik tersebut adalah penerapan strategi pembelajaran SCL, yaitu pembelajaran aktif, menyenangkan yang berpusat pada mahasiswa.  Untuk pelaksanaannya, telah diterbitkan Peraturan Rektor No 520/PP/2012 tentang Norma dan Tolok Ukur Penyelenggaraan Pelaksanaan Pendidikan Undana. Oleh sebab itu pelatihan tentang model pembelajaran inovatif dan penilaian soft skill yang tertuang dalam Tolok Ukur Penyelenggaraan Pendidikan Undana tersebut perlu segera dilaksanakan dalam rangka penerapan strategi pembelajaran aktif yang berpusat pada mahasiswa (Student Centered learning-SCL) yang merata di semua program studi di lingkungan Undana.


Tujuan pelatihan ini adalah agar dosen pada semua Program Studi dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai untuk menghasilkan pembelajaran aktif dan menyenangkan yang berpusat pada mahasiswa (SCL) serta untuk menyeragamkan format penilaian soft skill pada semua Program Studi di lingkungan Undana.


Sumber dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penerapan Strategi Pembelajaran Student-Centered Learning (SCL) dan Penilaian Soft Skill ini di ambil dari Pagu Anggaran PNBP LP3 Undana dari Kode Kegiatan: 4078.020 yang Trediri dari Honorarium Pengelola kegiatan dan  Operasional Perkantoran (Belanja Bahan dan Belanja Barang).

Metode Pelatihan
Metode pelaksanaan dilakukan melalui 3 model kegiatan pelatihan, diskusi dan workshop. Pelaksanaan setiap model kegiatan selalu didahului dengan penjelasan oleh narasumber sebelum melangkah ke model kegiatan lainnya. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 2 (Dua) hari pada tanggal 17 s/d 18 Maret 2014 di Ruang Auditorium  Undana Lantai 3 Kampus Baru Undana Jln. Adisucipto Penfui.


Peserta Pelatihan
Peserta yang diikutsertakan dalam kegiatan adalah para Dosen di Undana, Politani dan Poltekes Kupang yang terdiri dari 3 (tiga) perwakilan dosen dari tiap Jurusan Program Studi seluruh fakultas di Undana dan Utusan Dosen dari Politani dan Poltekes Kupang. Dengan demikian seluruh peserta berjumlah 120 orang.

Materi Kegiatan
Materi-materi kegiatan pelatihan SCL ini adalah sebagai berikut:

  1. Konsep Dasar SCL
  2. Review Sepuluh Metode SCL
  3. Demo SCL 1 : Discovery Learning + Penilaian Soft Skill
  4. Demo SCL 2 : Role Play and Simulation + Penilaian Soft Skill
  5. Demo SCL 3 : Case Study + Penilaian Soft Skill
  6. Workshop SAP SCL dan Peer Teaching

 

Narasumber Kegiatan

Narasumber kegiatan ini diangkat dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana; Nomor 539/KP/2014 Tanggal 14 Maret 2014 Tentang Pengangkatan Narasumber Pelatihan Penerapan Strategi Pembelajaran Student-Centered Learning (SCL) dan Penilaian Soft Skill Di Lingkungan Universitas Nusa Cendana Tahun 2014.


Keluaran Pelatihan (Output) dan Capaian Pelatihan (Outcome)
Pelatihan ini, selain memberikan pemahaman aspek teoritis kepada peserta, menyediakan juga kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktek-praktek yang berkenaan dengan sebagian besar materi pelatihan. Oleh karena itu keluaran pelatihan yang diharapkan dapat disampaiakn sebagai berikut:

  1. Peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang sistem pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (SCL).
  2. Peserta dapat menentukan model-model pembelajaran SCL yang digunakan dalam pembelajaran
  3. Peserta dapat menyusun RPP/SAP sesuai dengan langkah model SCL yang dipilih.
  4. Peserta dapat melaksanakan praktikum pembelajaran sesuai model SCL yang telah dipilih
  5. Peserta dapat menyelenggarakan pembelajaran interaktif
  6. Peserta dapat menerapkan penilaian berbasis kelas

Pelatihan ini menghasilkan beberapa capaian pembelajaran sebagai berikut:

  1. Dosen Prodi mampu mengembangkan bahan kajian, dan menentukan model pembelajaran SCL dengan tepat.
  2. Dosen Prodi mampu menyusun capaian pembelajaran, menentukan mata kuliah, menetapkan beban SKS, dan menyebarkan mata kuliah.
  3. Dosen Prodi mampu mengembangkan SAP dengan benar termasuk mampu merumuskan Tujuan Umum (Kompetensi Dasar), dan Tujuan Khusus Pembelajaran.
  4. Dosen mampu mengembangkan perangkat penilaian berbasis kompetensi yang meliputi ketiga ranah: kognitif, afektif, dan psikomotor.
  5. Dosen mampu mengembangkan rubric penilaian softskills sesuai komopetensi yang dirancang.


Kesimpulan dan Rekomendasi
Dari hasil pengamatan selama kegiatan pelatihan berlangsung, disimpulkan bahwa semangat peserta untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan berkaitan dengan metode SCL dan sistem penilaian soft skill sangat tinggi. Rasanya, waktu dua hari pelatihan ini sangat singkat terutama untuk pendalaman materi-materi model pembelajaran SCL dan sistem penilaian soft skill. Dengan demikian, para peserta menyarankan kiranya pelatihan sejenis sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih lima hari dengan melibatkan lebih banyak dosen.


Adapun rekomendasi dari hasil kegiatan ini berdasarkan masalah yang dihadapi oleh dosen dalam rangka penerapan Pembelajaran SCL dan Penilaian Soft Skill, ialah:

  1. LP3 perlu melakukan pendampingan secara berkesinambungan pada setiap prodi dalam rangka pembenahan kurikulum dan pembelajaran SCL.
  2. Pelatihan penyusunan SCL, SAP dan penilaian berbasis kompetensi termasuk soft skill perlu digalakkan secara berkelanjutan dan merata kepada semua dosen dengan Waktu Pelaksanaan Pelatihan yang lebih panjang. Untuk itu setiap fakultas perlu mengalokasikan anggran pelatihan dosen di tingkat prodi minimal setahun sekali.
  3. LP3 perlu menyiapkan Pedoman Penilaian Soft skills.
  4. Pimpinan universitas melalui rapat-rapat pimpinan se-Undana perlu secara terus-menerus mendorong dan memantau perkembangan Penerapan SCL dan Penilaian Soft Skill  pada prodi/jurusan di setiap fakultas di lingkungan Undana.




LOKAKARYA

DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM BAGI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

DI UNIVERSITAS NUSA CENDANA

 

Penguatan karakter bangsa dipandang penting oleh banyak pihak terkait fakta bahwa masalah-masalah kebangsaan muncul dan penyimpangan sosial terjadi akibat pengabaian terhadap nilai-nilai dan karakter yang telah menjadi jati diri bangsa. Untuk itu pendidikan karakter dipandang penting sebagai salah satu solusi dalam memecahkan masalah penyimpangan moral bangsa. Melalui pendidikan karakter, diyakini dapat mengatasi persoalan penyimpangan moral bangsa, bahkan meningkatkan atau memberi nilai tambah bagi capaian prestasi nilai akademik peserta didik.


Tujuan lokakarya adalah: menyamakan persepsi tentang kebijakan dan strategi pengembangan kurikulum bagi implemntasi pendidikan karakter di Undana, mendesain pengembangan kurikulum bagi implementasi pendidikan karakter berupa: mengidentifikasi dan menganalisis/memetakan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, menentukan standar-standar perilaku berkarakter, menentukan kompetensi-kompetensi dasar perilaku berkarakter yang diperlukan untuk mencapai kompetensi standar yang telah ditetapkan, menjabarkan standar perilaku yang telah ditetapkan kedalam aspek atau indikator pendidikan karakter yang lebih terukur, mengembangkan bahan ajar pendidikan karakter, menentukan strategi pelaksanaan pendidikan karakter, dan mengembangkan instrumen evaluasi untuk mengukur ketercapaian program pendidikan karakter.