Research and Community Development

Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LPMPT)

E-mail Print PDF

Sejarah Berdirinya Lembaga Penjaminan Mutu perguruan Tinggi (LPMPT)

Globalisasi pendidikan tinggi dalam pengertian perpindahan mahasiswa dan program studi dari penyedia jasa pendidikan tinggi melintas batas negara, menciptakan lingkungan eksternal yang dinamis dan akan semakin meningkatkan persaingan antar perguruan tinggi. Perguruan Tinggi yang tidak bermutu akan terancam eksistensinya. Keadaan ini secara jelas menunjukkan bahwa 'mutu bukan lagi merupakan suatu pilihan tetapi sudah harus menjadi norma' yang menjiwai setiap pengambilan kebijakan dan tindakan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

 

Menyikapi keadaan tersebut, pada tahun 2004 Universitas Nusa Cendana (UNDANA) memperkenalkan paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Paradigma baru ini adalah penerapan sistem manajemen mutu terpadu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sistem manajemen ini disebut Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT). Tujuan penerapan SPM-PT adalah untuk meningkatkan mutu dan relevansi semua produk Undana secara terstruktur, sistematik dan berkelanjutan dengan sasaran akhir terpenuhnya kebutuhan pemangku kepentingan.

 

Komitmen Undana dalam melaksanakan SPM-PT, diwujudkan dengan didirikannya suatu lembaga baru yang disebut Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI), yang tugas dan fungsi utamanya adalah merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan sistem penjaminan mutu akademik dan audit internal di semua unit kerja dalam lingkungan Undana.

 

Pada tahun 2008, terbit peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, yang mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menerapkan Sistem Pengendalian Intern dalam rangka untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja organisasi. Menyikapi tuntutan PP maka Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Satuan Pengawasan Intern dalam lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Permendiknas ini mewajibkan semua satuan kerja dibawah naungan Depdiknas untuk membentuk Satuan Pengawasan Intern (SPI) paling lambat 1 tahun setelah Permendiknas tersebut terbit. Oleh sebab itu maka tahun 2010, Undana membentuk SPI dan pembentukkan SPI ini dikukuhkan dengan SK Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional. SPI mempunyai tugas pokok untuk melakukan pengawasan intern dalam lingkup manajemen dan pengelolaan keuangan. Sebelum SPI terbentuk, lingkup ini berada di bawah pengawasan LPMAI. Oleh sebab itu, setelah SPI berfungsi maka LPMAI harus mendeskripsikan kembali tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Perubahan tupoksi ini pada akhirnya menyebabkan perubahan nomenklatur lembaga. Pada bulan Juli 2010, Rektor Undana mengubah nama LPMAI menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LPM-PT). Perubahan nomenklatur ini dimaksudkan untuk menyelaraskan nama lembaga dengan tupoksi yang di embannya.

 

 

Related News