Profil Intellectual Property Rights Research Centre

PENDAHULUAN

Paradigma perdagangan dan investasi global telah menggelorakan kompetisi antar Negara yang berbasis pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tidak ada bisnis modern yang tidak terkait d engan Hak Kekayaan Intelektual. Hak Kekayaan Intelektual dinilai sebagai aset penting dalam menjawab persaingan bisnis. Itulah sebabnya Perguruan Tinggi sebagai Agent of Change atau leading society harus berbuat sesuatu dalam kapasitasnya untuk mendorong inovasi, kreasi dan pengembangan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, teknologi dan karya seni) dalam prangka mendongkrak kemampuan daya saing bangsa Indonesia dalam percaturan global. “Isu globalisasi ekonomi dan bisnis telah mengubah dunia menjadi tempat belanja bersama umat manusia (Global Shoppig Center) yang didukung oleh kemajuan Teknologi komunikasi, Informasi dan transportase”.

Masalah hak Kekayaan Intelektual tidak saja berkaitan dengan aspek perlindungan Hukum, namun juga berhubungan erat dengan teknologi, bisnis dan bahkan politik. Ruang lingkup masalah HKI adalah Hak Cipta (Copy Rights) termasuk hak yang berkaitan (Neighbouring Rights) dan Hak Kekayaan industrial (Industrial Property Rights) yang meliptui : Paten, disain industri, merek, indikasi geografis, Rahasia dagang, Disain Tata letak sirkuit terpadu dan perlindungan Varietas tanaman serta “Traditional Knowledge” (Kekayaan Intelektual Tradisional) yang berbasiskan HKI.

Produk yang berbasis HKI tersebut adalah karya atau hasil penelitian dan kreasi manusia berdasarkan kemampuan intelektual yang berwujud dan bernilai ekonomis dan menjadi dimensi penentu dalam mengukur daya saing suatu bangsa.

VISI DAN MISI PUSLIT HKI UNDANA

A. VISI PUSLIT HKI UNDANA :

Adapun Visi dari Pusat Penelitian Hak Kekayaan Intelektual Universitas Nusa Cendana adalah sebagai berikut :

Menjadikan Puslit HKI Undana sebagai pusat keunggulan penelitian dan pengembangan HKI serta perlindungan dan pendayagunaannya  bagi kesejahteraan bersama dan peningkatan daya saing Undana dan Propinsi NTT serta Bangsa Indonesia dalam Kompetisi Global”.

B. MISI DARI PUSLIT HKI UNDANA : Misi dari Puslit HKI Undana adalah sebagai berikut :

 

1. Mendorong peningkatan penelitian yang borpotensi HKI.

2. Mengidentifikasi,inventarisasi, doku-mentasi hasil penelitian dan kreasi yang berpotensi HKI.

3. Memberikan pelayanan (sosialisasi,advokasi/ konsultasi dan mendorong usul pendaftaran HKI).

4. Mengelola dan mendayagunakan Kekayaan Intelektual hasil invensi dan kreasi warga Kampus (utamanya dari para dosen) menjadi bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi kesejahteraan bersama.

5. Mendorong penegakan Hukum HKI dalam rangka perlindungan HKI.

6. Mengidentifikasi, inventarisasi dan mendokumentasi “Traditional know-ledge” yang berbasis Hak Kekayaan Intelektual dari suku-suku yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Timur, serta mendorong pendayagunaannya yang bernilai komersial bagi kesejahteraan masyarakat NTT.

Tugas dan Fungsi Puslit HKI Undana pada prinsipnya hanya dua yaitu pertama, melakukan penelitian dan sosialisasi HKI dan kedua, melaksanakan fungsi sebagai sentra HKI yaitu membantu drafting dokumen HKI dan administrasi usul pendaftarannya, mendorong pendayagunaan Kekayaan Intelektual dalam proses industri serta mendorong pemberian perlindungan Hukum HKI.

Puslit HKI Undana dibentuk dengan SK. Rektor Undana Nomor : 34 Tahun 2006, tgl. 8 Pebruari 2006. Puslit HKI dipimpin oleh seorang kepala Pusat bertanggungjawab kepada Rektor Undana melalui Ketua Lembaga Penelitian Undana. Untuk merea- lisasikan tujuannya, Puslit HKI Undana memiliki Sejumlah Dewan Pakar dan Team Kerja (Working Group) agar juga dapat melaksanakan fungsi sentra HKI yang meliputi bidang Teknologi, Manajemen Pemasaran, Bidang Sosial Budaya, dan Bidang Hukum.

Dewan Pakar Puslit HKI Undana :

1. Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D

2. Prof. Dr. Agust S. Benu, MS

3. Prof. Dr. Alo Liliweri, MS

4. Prof. Dr. I G. B. Arjana, MS

5. Prof.Ir. Fred L. Benu, M.Si.,Ph.D

6. D. A. Patty, SH., MA

7. Jemadu E. Petrus, SH., M.Hum

8. Ir. Doppy R. Nendissa, MP

9. Ir.Yohanes Buang, MSc., Ph.D

10. Dr.Ir. I. N. Widiartha Mahayasa, MP

11. Dan lain-lain.

PENAWARAN KERJASAMA :

Untuk mencapai tujuannya, Puslit HKI Undana menawarkan kerjasama baik dengan Instansi Pemerintah : Kanwil Hukum dan HAM, Bappeda NTT, Dinas Per-industrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, BKPMD, Dekranasda, Kadinda, Badan/ Balai LITBANG, Pemerintah NTT, Dinas-dinas terkait di Kabupaten se-NTT, maupun dengan Lembaga/ Pusat Penelitian antar Perguruan Tinggi Swasta yang ada di NTT. Selain itu adanya dukungan dari Direktorat Jenderal HKI, Kementerian RISTEK, Deperindag, dan Direktorat P2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Puslit HKI Undana juga menawarkan Kerja- sama dengan dunia usaha khususnya yang ada di NTT baik dalam rangka mendorong peningkatan daya guna produk bisnis yang berbasis HKI maupun untuk memberikan perlindungannya dan tidak melakukan pelanggaran HKI orang lain.

Dalam rangka perlindungan hukum dan penegakkan hukum serta riset bidang hukum HKI, Puslit HKI Undana menawarkan kerja- sama dengan Polda NTT, Kejati NTT, dan Kantor Bea Cukai Kupang.

Karena itu Puslit HKI membuka peluang kerjasama dengan lembaga manapun, dan siapapun yang peduli dan mau bekerjasama untuk mencapai tujuan Puslit HKI Undana baik dalam skala Nasional maupun pada tingkat Internasional.

Contact Person Puslit HKI Undana :

1. Dr. Ir. I. N. Widiartha Mahayasa, MP Kepala Puslit HKI Undana

Telp./Fax. 0380-881560

HP. 081334544629

Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

2. Fredyk Haba Djingi, SH

Staf Puslit HKI Undana

Telp./Fax. 0380-881560

HP. 085239056753

Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya puslithki.u Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

A l a m a t :

Puslit HKI pada Lembaga Penelitian Undana.

Jln. Adisucipto Penfui – Kampus Baru –Kupang NTT Telp./Fax. 0380-881560

Data Perolehan HKI pada Pusat Penelitian HKI Undana

No

Jenis HKI

Jumlah

Status

1.

Paten

1

Granted / 2007

2.

Paten

2

Pemeriksaan Substantif/2010

3.

Paten

2

Lolos Administratif/2011

4.

Paten

2

Pendaftaran/2011

5.

Merek

1

Pendaftaran/2011

6.

Cipta

18

Pendaftaran /2011

 

Jumlah

26

 

Permasalahan yang dihadapi:

1. Belum tersedianya payung hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara peneliti/inventor dan universitas atas HKI yang diperoleh.

2. Masih sangat rendahnya minat para peneliti untuk mendaftarkan hasil penelitiannya.