Research and Community Development

Sumba Berbasis Kekuatan Petani dan Nelayan

"Membangun Sumba berbasis kekuatan petani dan nelayan”. Judul tulisan ini sesungguhnya adalah sebuah pertanyaan kritis, apakah diujung kata-kata ini hendak diberi tanda tanya ataupun tidak, ia tetap merupakan ungkapan yang bermakna reflektif. Judul ini semakin relevan dijadikan pertanyaan sehubungan dengan momentum Pesta Emas SMU Katolik Anda Luri di Waingapu Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pertanyaan reflektif ini harus bisa melahirkan pikiran-pikiran kritis prospektif dan konstruktif.  Membangun Sumba tidak identik dengan hanya sekedar bangun dari tidur atau mati surinya orang Sumba, yang ketika  mereka akan merayakan hari ulang tahun almamaternya mengingat bahwa mereka adalah orang Sumba lalu mendadak sontak mau menulis buku tentang Sumba.

Melalui momentum  ini  justru orang Sumba harus bangkit dan berubah menjadi penduduk (petani dan nelayan) yang maju dan mandiri secara ekonomi berbasis pertanian lahan kering dalam arti luas (peternakan, tanaman pangan, dan lain-lain), perikanan dan kelautan, kawasan pantai dan pesisir  dan sumberdaya alam daratan dan laut lainnya dengan pola pengelolaan yang berkelanjutan. Agar judul tulisan ini makin jelas maknanya, kita perlu mencoba menjawab atau setidaknya mengenali sederetan pertanyaan kritis yang terus mengitari judul ini seperti yang akan diungkapkan dalam artikel yang dapat anda download di E-Paper Undana ini.

Add comment


Security code
Refresh