Ilmu Tanah - Agroteknologi

 

LATAR BELAKANG

Salah satu ciri dari ekosistem pertanian di NTT adalah ekosistem lahan kering pada daerah dengan topografi berbukit-bukit bahkan berpegunungan. Dalam kondisi yang demikian, para petani selalu dihadapkan pada persoalan ketidakteraturan musim dan kondisi lahan (tanah) yang terus menerus mengalami degradasi.

 

TUJUAN

Mempersiapkan sarjana pertanian yang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam :

1. Mengidentifikasi, menganalisis, menjelaskan dan me-rumuskan teknik pemecahan masalah yang berhubungan dengan tanah sebagai salah satu unsur lingkungan pertanian.

2. Memahami tanah sebagai salah satu faktor produksi.

3. Pengembangan ilmu dan teknologi untuk meman-faatkan tanah secara ekonomis dan lestari.

 

SPESIFIKASI LULUSAN

Lulusan Program Studi Ilmu Tanah bergelar Sarjana Pertanian (SP).

 

PROSPEK KERJA LULUSAN

Dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi, maka lapangan kerja bagi lulusan program Studi Ilmu Tanah menjadi lebih luas dan tidak hanya terbatas pada bidang pertanian murni. Hingga saat ini lulusan program Studi Ilmu Tanah tersebar luas di berbagai lapangan kerja seperti tenaga akademik (dosen), tenaga peneliti, konsultan, perbankan, aktivis LSM, wiraswasta maupun sebagai pegawai negeri sipil di berbagai instansi pemerintah.

 

BEBAN SKS DAN LAMA STUDI

Program S1 dapat ditempuh dalam waktu 8-14 semester. Beban studi keseluruhan adalah 146 sks (satuan kredit semester) termasuk skripsi.

 

PERSYARATAN

1. Lulusan SMA/MA jurusan IPA atau sekolah-sekolah sederajat.

2. Lulus ujian saringan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).

3. Sehat jasmani dan rohani.

bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter