Faculty of Medicine

Pendidikan Kedokteran

Indeks Artikel
Pendidikan Kedokteran
Tahap Profesi
Tahap Akademik
Semua Halaman

 

Sesuai dengan Undang RI No. 20 tahun 2003 tentng Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengatakan bahwa kurikulum program studi menjadi wewenang institusi pendidikan kedokteran, maka Standar Kompetensi Dokter merupakan kerangka acuan utama bagi institusi pendidikan kedokteran dalam mengembangkan kurikulumnya masing-masing. Sehingga, walalupun kurikulum berbeda, tetapi dokter yang dihasilkan dari berbagai institusi diharapkan memiliki kesetaraan dalam hal penguasaan kompetensi. Kompetensi tersebut terdiri dari 7 area kompetensi, 13 kompetensi inti dan 27 komponen kompetensi.

Secara skematis, susunan Standar Kompetensi Dokter dapat digambarkan seperti berikut ini:

 

  • Area Kompetensi
  • Kompetensi Inti
  • Komponen Kompetensi

 

Kurikulum yang digunakan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana adalah kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) sistem terintegrasi dengan menggunakan strategi student-centered learning dengan menggunakan prinsip SPICES (Student Centered, Problem Based, Integrated, Community-Based, Elective, Early Exposure to Clinical Situations and Systematic). Metode pembelajaran problem-based learning (PBL) dengan pendekatan kedokteran keluarga dan pelayanan kesehatan primer yang berkesinambungan, manusiawi, merata dan terjangkau.

 

Kurikulum memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mencari, mendapatkan dan mengembangkan sumber belajar seluas-luasnya berdasar pada arahan dosen pengampu, dosen penyelia, dosen pembimbing akademik dan silabus yang disusun:

 

  1. Proses pembelajaran lebih didekatkan pada persoalan (permasalah) nyata, melatih identifikasi persoalan dan strategi penyelesaian masalah kesehatan (health problem-based learning)
  2. Integrasi antar disiplin ilmu yang saling mendukung untuk pemahaman dan implementasinya
  3. Perspektif internasional yang berbasis pemahaman keunggulan nasional yang ada diarahkan sebagai persiapan kerjasama antar Negara (global)
  4. Dorongan pemanfaatan secara optimal teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia (e-learning)
  5. Berbagai inovasi yang membuka akses peningkatan kreativitas

 

 

 


 

Tahap Pendidikan Profesi Dokter :
- 4 Semester – 97 Minggu – 2942 jam
- Lulusan bergelar Dokter (dr)

 

 


 

Tahap Akademik :

- 7 Semester – 149 SKS

- Lulusan bergelar Sarjana Kedokteran (S.Ked)

 

bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter