Lembaga Pengembangan - Universitas Nusa Cendana

Lembaga Pengabdian Masyarakat



PROFIL

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPM)

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

 


LATAR BELAKANG :
Peranan perguruantinggi saat ini diharapkan untuk memajukan pembangunan nasional, terutama pembangunan pedesaan. Dengandemikian peranan perguruan tinggi dituntut untuk senantiasa menciptakan manusia pembangunan yang memiliki kualitas akademik yang mampu menerapkan dan mengembangkan serta menciptakan Ilmu Pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) di sisi lain juga harus dapat mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Di perguruan tinggi tanggungjawab kegiatan penyebarluasan IPTEKS tersebut berada pada pundak Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM). Bagi LPM Universitas Nusa Cendana kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah banyak dilakukan yakni melalui kegiatan-kegiatan terjadwal maupun kegiatan insidentil serta kegiatan kerjasama dengan berbagai mitra di luar Undana.

Dasar pendirian LPM.
Umum.:
Dasar atau landasan umum pendidian LPM Undana sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Dasar 1945
  2. Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistim Pendidikan Nasional
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi
  4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0211/U/1982 dan Nomor 0112/U/1982 tentang Program Pendidikan Tinggi dalam Lingkungan Depdikbud.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 61 tentang Otonomi Perguruan Tinggi

Khusus :

  1. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Nomor 0452/O/1992 tentang Status Universitas Nusa Cendana
  2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0180/O/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Nusa Cendana
  3. Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana Nomor 81A Tahun 1994 tentang Peraturan Disiplin Akademik di Universitas Nusa Cendana
  4. Rencana Strategis Universitas Nusa Cendana 1996/1997 – 2005/2006.

Ketentuan perundang-undangan diatas secara implicit maupun eksplisit menyatakan bahwa kehadiran Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) merupakan bagian tak terpisahkan dari Universitas Nusa Cendana.

Sejarah Berdirinya LPM Undana.
LPM Undana didirikan tidak bersamaan dengan berdirinya Universitas. Sejarah berdirinya LPM Undana dapat dijelaskan dalam 4 (empat) periode perkembangan:

A. Periode 1962-1972.
Tahun 1962 adalah tahun berdirinya Universitas Nusa cendana dan tanggal 1 September 1962 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Universitas Nusa Cendana sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Pengetahuan Nomor 111 Tahun 1962.
Pada awalnya, Undana hanya memiliki 4 (empat) Fakultas tanpa lembaga-lembaga. Kegiatannya masih mengutamakan kegiatan pendidikan dan pengajaran tanpa kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

B. Periode 1972 – 1977.
Tahun 1972 merupakan tonggak baru dalam sejarah berdirinya LPM dimana Undana membentuk Biro Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (PPM). Kehadiran biro ini melengkapi fungsi Undana sebagai sebuah Perguruan Tinggi.
Pada Tahun 1975, biro PPM dimekarkan menjadi dua biro dan mandiri, yaitu Biro Penelitian dan Biro Pengabdian pada Masyarakat.
Mulai tahun 1976 Biro Pengabdian pada Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tetapi masih bersifat sukarela dan berstatus kegiatan ekstra kurikuler. Wilayah pelayanan pun dibatasi hanya pada daratan pulau timor.

C. Periode 1978 – 1980
Perubahan nama menjadi LPM ditetapkan dalam surat keputusan Pjs.Rektor undana Nomor 77 Tahun 1978. Pada waktu itu kegiatan LPM Undana berfokus pada bantuan hukum, bantuan manajemen dan Kuliah Kerja Nyata.

D. Periuode 1980 – sekarang
Tahun 1980, Pemerintah RI mengeluarkan PP Nomor 5 Tahun 1980 yang mengatur pokok-pkok organisasi sebuah Universitas atau institute negeri. Berbagai kebijakan nasional berimplikasi pada perubahan dan pengembangan terhadap tugas LPM sebagai bagian dari organisasi perguruan tinggi negeri.. Dalam buku pedoman yang dikeluarkan Direktur Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Dirjen Dikti menyatakan bahwa tugas utama sebuah LPM adalah implementasi hasil-hasil pendidikan dan pengajaran dan hasil-hasil Penelitian.

Saat ini LPM Undana memiliki 7 Pusat yaitu :

  1. Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Ketua Kristomus Boimau,ST,.MT
  2. Pusat Inovasi dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ketua drh. Chyntia Dewi Gaina, M.Trop.V.Sc
  3. Pusat Informasi Kesempatan Kerja dan Pengembangan Karier Ketua Dr. Yermia Djefri Manafe, S.Sos.,M.Si
  4. Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Ketua Dr. Ir. Alfred O. Dima, M.Si
  5. Pusat Pengembangan Wilayah dan Desa Binaan Ketua Ir. Zainal Abidin, MP
  6. Pusat Legal Drafting Ketua DR.Yohanes G.Tuba Helan, SH.,M.HUm
  7. Pusat Anti Korupsi Ketua Bill Nope, SH.,LLM

 


 

VISI MISI DAN TUJUAN LPM UNDANA :


Visi :

Visi LPM Undana yaitu sebagai Pusat Kepakaran yang berorientasi bisnis melalui kegiatan pelayanan yang berkualitas dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan pelayanan, penerapan IPTEKS dan pengembangan budaya kewirausahaan.

Misi :
Misi utama dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Undana adalah melaksanakan dharma pengabdian kepada masyarakat. Implementasi dari misi ini terwujud dalam pemanfaatan hasil-hasil pendidikan-pengajaran dan hasil-hasil penelitian, Penerepan IPTEKS dan pengembangan budaya kewirausahaan bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat (Undana dan masyarakat umum).

Tujuan :
Berdasarkan Visi dan Misi, maka LPM Undana menetapkan beberapa tujuan, Yaitu :

  1. Meningkatkan kemampuan profesionalisme sumberdaya manusia di LPM dalam mengolah dan menyebarluaskan informasi tentang IPTEKS sesuai dinamika perubahan kebutuhan masyarakat atau pihak lainnya (pengguna) dan institusi (Universitas).
  2. Mengembangkan inovasi/teknologi dalam kerangka pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia secara optimal dan berkelanjutan.
  3. Menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan di LPM/Universitas .
  4. Mengembangkan kerjasama internal dan eksternal. Kerjasama internal dilaksanakan melalui koordinasi dan integrasi program/kegiatan dengan unit/fakultas/lembaga. Sedangkan kerjasama eksternal LPM berhubungan dengan Pemda, masyarakat binaan/sasaran, dunia usaha dan lembaga non pemerintah lainnya.

 

Related News