Faculty of Law

KULIAH UMUM

PENGUMUMAN

DARI : PENGELOLA VIDEO CONFERENCE FAKULTAS HUKUM UNDANA

ISI : DENGAN HORMAT, KAMI SAMPAIKAN BAHWA FAKULTAS HUKUM INIVERSITAS BRAWIJAYA AKAN MENYELENGGARAKAN KULIAH

UMUM YANG AKAN DISIARKAN LANGSUNG MELALUI VIDEO CONFERENCE MAHKAMAH KONSTITUSI RI YANG AKAN DI LAKSANAKAN

PADA :

HARI/TANGGAL : SELASA, 16 OKTOBER 2012

PUKUL : 10.00 WITA S.D SELESAI

TEMA : "KEAMANAN PANGAN DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HUKUM HAK KONSUMEN"

TEMPAT : RUANG VIDEO CONFERENCE FAKULTAS HUKUM UNDANA

 

DEMIKIAN KAMI SAMPAIKAN, ATAS PERHATIAN DAN KERJA SAMA YANG BAIK KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH.

 

PENGELOLA VICON

BAHASA INGGRIS

PENGUMUMAN

 

DARI DEKAN FAKULTAS HUKUM UNDANA, DITUJUKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNDANA TAHUN AKADEMIK 2012/2013

ISI :

 

  • KEGIATAN BAHASA INGGRIS AKAN DILAKSANAKAN PADA 20 OKTOBER 2012 SAMPAI SELESAI
  • HAL-HAL LAIN AKAN DI SAMPAIKAN PADA SAAT KEGIATAN BERLANGSUNG.

 

 

DEMIKIAN PENGUMUMAN INI, ATAS PERHATIANNYA DIUCAPKAN TERIMA KASIH.

 

PEMBANTU DEKAN BIDANG AKADEMIK,


Memahami arti "Lahan Kering"

Sebenarnya defenisi tentang pertanian lahan kering masih belum disepakati benar. Kita hanya bisa mengacu kepada usulan-usulan dan kebiasaan - kebiasaan yang dianut. Perhatikan beberapa referensi berikut ini:

Wikipedia.org (Dryland farming - Wikipedia, the free encyclopedia)

Dryland farming is an agricultural technique for cultivating land which receives little rainfall. Dryland farming is used in the Great Plains, the Palouse plateau of Eastern Washington regions of North America, the Middle East and in other grain growing regions such as the steppes of Eurasia and Argentina. Dryland farming was introduced to the southern Russian Empire by Russian Mennonites under the influence of Johann Cornies, making the region the breadbasket of Russia.[1] Winter wheat is the typical crop although skilled dryland farmers sometimes grow corn, beans or even watermelons. Successful dryland farming is possible with as little as 15 inches (380 mm) of precipitation a year, but much more successful with 20 inches (510 mm) or more. It is also known that Native American tribes in the arid SouthWest subsisted for hundreds of years on dryland farming in areas with less than 10 inches (250 mm) of rain.

Beasiswa Bidik Misi

PEMBANTU Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana),Dr.David BW.Pandie,MS mengatakan program beasiswa bidik misi merupakan beasiswa yang diberikan untuk biaya kuliah dan biaya hidup. Program beasiswa ini dilatarbelakangi dari masiih tingginya jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Berbanding terbalik masih sangat sedikit masyarakat miskin yang mengeyam pendidikan tinggi. Disamping itu,program ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam mengurangi angka kemiskinan dan menerapkan prinsip non-diskriminatif pendidikan,serta untuk mewujudkan pendidikan untuk semua (education for all).

Program ini merupakan peran pendidikan dalam memutus rantai kemiskinan melalui keikutsertaan mahasiswa dari masyarakat kurang mampu untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi. Dengan harapan masyarakat miskin dapat meningkatkan pengetahuan yang berujung pada kesempatan memperoleh lapangan kerja yang lebih baik atau dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Menuju Jalur Universitas Kelas Dunia

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana)saat ini sedang berada dalam jalur menuju universitas kelas dunia.Hal ini ditandai dengan perkembangan lembaga pendidikan tinggi tersebut belakangan ini,kata Drs.Pitan Daslani.MA dalam sambutannya mewakili alumni saat wisuda Magister dan Sarjana Undana, Sabtu,26 Februari lalu di Aula Utama Undana Penfui. Daslani sendiri adalah lulusan FKIP Undana yang saat ini memimpin Majalah Kampus Asia.Ia juga seorang jurnalis yang berpengalaman diberbagai media nasional dan internasional yang telah melakukan liputan jurnalistik di berbagai negara.Ia sengaja dihadirkan undana untuk memberikan motivasi kepada 1.905 orang lulusan angkatan ke-73 Undana sekaligus berbicara mengenai universitas kelas dunia.

Ilmu dan Gelar Sarjana

SABTU 26 dan senin 28 Februari 2011.Hari-hari tersebut mungkin merupakan salah satu hari yang tidak terlupakan bagi 1.000 lebih wisudawan asal Universitas Nusa Cendana Kupang. Setelah sekian lama menjalani waktu bergelut dengan berbagai macam tantangan dalam menimba ilmu,mereka (para wisudawan)akhirnya berhasil mengakhiri jenjang pendidikan strata 1(S1) san strata 2(S2) ditempat ini.Namun,timbul sebuah pertanyaan dalam benak kita,apakah setelah diwisuda,proses menimba ilmu tersebut berakhir?

Bagi orang yang selalu puas dengan apa yang telah dicapai,mungkin akan bernafas lega dan dengan bangga hati mangatakan,"akhirnya saya diwisuda juga." Namun bagi orang yang cinta terhadap apa yang dipelajarinya,akan dengan tegar mengatakan."perjalanan dan usaha ini belum berakhir".

Hasil Penelitian Belum Sentuh Kebutuhan Masyarakat

PEMBANTU Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana),Ir.D.Roy Nendissa,MP mengatakan ,selama ini hasil penelitian penelitian yang bersumber dari Perguruan Tinggi (PT) belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena selama ini kita masih merasa bahwa penelitian lebih banyak mengarah untuk penelitian itu sendiri,masih juga penelitian itu mengarah untuk kepentingan pengembangan pendidikan dan pembelajaran,"kata Roy Nendissa ketika membuka Workshop pengarusutamaan input stakeholder eksternal Undana dalam rangka penyusunan payung penelitian Undana seta pengembangan kriteria dan indikator keberhasilan program desa mandiri anggur merah sebagai bagian dari prioritas penelitian terobosan Undana 2011-2015,diruang rapat pimpinan lantai dua Undana Penfui,22 Februari lalu.

bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter