Hasil Penelitian Belum Sentuh Kebutuhan Masyarakat

PEMBANTU Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana (Undana),Ir.D.Roy Nendissa,MP mengatakan ,selama ini hasil penelitian penelitian yang bersumber dari Perguruan Tinggi (PT) belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena selama ini kita masih merasa bahwa penelitian lebih banyak mengarah untuk penelitian itu sendiri,masih juga penelitian itu mengarah untuk kepentingan pengembangan pendidikan dan pembelajaran,"kata Roy Nendissa ketika membuka Workshop pengarusutamaan input stakeholder eksternal Undana dalam rangka penyusunan payung penelitian Undana seta pengembangan kriteria dan indikator keberhasilan program desa mandiri anggur merah sebagai bagian dari prioritas penelitian terobosan Undana 2011-2015,diruang rapat pimpinan lantai dua Undana Penfui,22 Februari lalu.

 

Menurut Nendissa,penelitian yang dilakukan selama ini,universitas masih mendominasi adalah penelitian untuk pengembangan ilmu dan pembelajaran dan mungkin juga penelitian untuk pengambilan kebijakan.Tapi penelitian untuk kesejahteraan yang menyentuh kebutuhan masyarakat itu masih relatif kecil yang bersumber dari perguruan tinggi.Selama ini pembangunan penelitian di universitas ini juga masih belum manggandeng para stakeholder masyarakat, pemerintah daerah,LSM,dan lain-lain masih berjalan sendiri-sendiri.Oleh karena itu beberapa waktu lalu,ada pertemuan pimpinan Universitas dengan pimpinan fakultas dan lembaga di lingkungan Undana mencoba untuk menggandeng semua stakeholder untuk membangun satu payung penelitian besar,apa yang diinginkan masyarakat .Disini kita balik,penelitian diganti penelitian dan bagaimana arah penelitian untuk kepentingan masyarakat,katanya.

Menurutnya,dengan melihat program pemerintah daerah NTT dengan anggaran penelitian untuk kepentingan masyarakat dalam mendukung program anggur merah, dimana universitas yang berperan.Karena itu terobosan yang dibuat Undana pada momentum workshop hari ini adalah bagaimana penelitian untuk kepentingan masyarakat,tapi juga penelitian untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan,untuk terus membangun penelitian-penelitian yang lain yang mungkin akan menghasilkan satu produk yang jauh lebih mengarah kepada produk-produk untuk kepentingan masyarakat.

Untuk tahun 2012,katanya,anggaran penelitian dari Depdiknas tidak lagi mengarah langsung turun dari atas.Selama ini biasanya,pemerintah pusat langsung mengirim sejumlah uang,selanjutnya kita diminta membuat proposal penggunaan uang tersebut.Sekarang ini tidak lagi.Paradigmanya dibalik,harus menyiapkan terlebih dahulu nama program payung penelitian,apa yang akan dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk mendukung daerah itu,baru pemerintah akan menurunkan dana untuk seberapa besar universitas menggandeng pemda,dan itu merupakan suport,bagaimana pemda menggandeng universitas untuk menghasilkan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat,baru dana-dana dari pusat akan mendukung kegiatan penelitian tersebut.

Karena itu,kegiatan ini merupakan salah satu program strategis untuk mendukung setiap penelitian dengan didahuli antara Pemda-Universitas untuk terlebih dahulu merancang payung penelitian dengan didukung pemda setempat dan produk yang akan dihasilkan ,kata Roy Nendissa yang saat itu didampingi Ketua Lembaga Penelitian Undana,Prof.Dr.Mien Ratoe Oedjoe,M.Pd dan Kepala Bappeda NTT.

Sebelumnya Ketua panitia,Dr.I.W.Mella dalam laporannya mengatakan ,salah satu mitra eksternal Undana adalah Pemda NTT yang memiliki empat tekad sebagai provinsi jagung,ternak,cendana dan koperasi.Salah satu program yang digagas oleh Pemda NTT guna merealisasi empat tekad dimaksud adalah melalui peluncuran Desa Mandiri Anggur Merah. Undana menyikapi hal ini sebagai peluang bagi pengembangan penelitian prioritas terobosan yaitu kegiatan penelitian yang diarahkan untuk ikut berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan dalam masyarakat dengan pendekatan ilmiah.

Terkait dengan program Desa Mandiri Anggur Merah itu,menurut Mella,hal yang dilihat sebagai sangat urgen untuk dibahas adalah bagaimana mangukur keberhasilan program Desa Mandiri Anggur Merah guna akuntabilitas dan pengendalian program. Sementara itu tujuan dari workshop dimaksud adalah memberikan input bagi Pemda NTT sehubungan dengan pelaksanaan program Desa Mandiri Anggur Merah. Input dimaksud pada gilirannya akan berguna sebagai pemberi orientasi baik bagi Pemda dalam melaksanakan programnya maupun bagi Undana sebagai bagian dari Program Payung Penelitian Prioritas Terobosan.

Peserta workshop tersebut sebanyak 75 orang berasal dari instansi pemerintah daerah NTT,perbankan,swasta dan kalangan LSM internasional maupun lokal, representasi fakultas,lembaga,pusat penelitian dan senat universitas serta senat guru besar Undana.Nara sumber terdiri dari Gubernur NTT,Rektor Undana,Kepala Bappeda NTT,dan tim Lembaga Penelitian Undana.

 

Add comment


Security code
Refresh


bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter